Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Dua kalimat dicintai oleh ar Rahman, ringan di lisan dan berat dalam timbangan; subhanallah wa bihamdih subhanallahil ‘azhim.” [HR.al Bukhari dan Muslim]
Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Adanya penyebutan nama ar Rahman secara khusus ditujukan untuk menjelaskan betapa luas rahmat Allah azza wa jalla kepada hamba-Nya dengan membalas amalan yang sedikit dengan balasan yang banyak.”
Pelajaran Dari Hadits di Atas
- Anjuran untuk selalu berdzikir
- Penetapan sifat mahabbah (cinta) Allah azza wa jalla
- Dalam dzikir tersebut terdapat penggabungan antara tanzih (pensucian dzat Allah azza wa jalla dari segala aib dan kelemahan) dan pujian bagi Allah azza wa jalla.
- Penjelasan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atas hal-hal yang mendekatkan kepada Allah azza wa jalla dan memberatkan timbangan kebaikan.
- Penetapan adanya mizan (timbangan amal)
- Penetapan ditimbangnya amalan hamba
- Adanya isyarat terhadap luasnya rahmat Allah azza wa jalla, membalas perbuatan ringan dengan pahala besar.
- Ringannya ucapan dzikir di atas pada lisan mengisyaratkan beratnya beban taklif. Karena: “Surga dikelilingi dengan hal-hal yang tidak disukai. Sementara neraka dikelilingi syahwat.” [HR.Muslim, at Tirmidzi, Ahmad dan ad Darimi]
- Pengamalan firman Allah azza wa jalla “wa sabbih bihamdi rabbik”
(Isyruna Haditsan Min Shahihil Bukhari, Dirasatu Asanidiha wa Syarhu Mutuniha, Syaikh ‘Abdul Muhsin al Abbad 2/278)
Sumber : diketika ulang dari Majalah as Sunnah Rubrik Baituna Edisi Khusus/Ramadhan-Syawwal 1430H/September-Oktober 2009 Hal.8







