Arsip Blog

Syaikh Bin Baz Rahimahullah: “Inilah Jalan Yang Saya Tempuh Ketika Berhadapan Dengan Raja Maupun Bukan.”

Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-’Ubaylan menceritakan:

Suatu ketika dalam sebuah pertemuan yang cukup besar, saya mengajukan pertanyaan kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz:

“Ada beberapa ulama yang memiliki perbedaan pendapat dengan anda, namun mereka semua tetap mencintai anda. Kami ingin tahu apa yang menyebabkan hal ini. Mengapa Allah melimpahkan kepada anda karunia berupa sesuatu yang menyebabkan tumbuhnya perasaan cinta di hati mereka kepada anda?”

Maka beliau menjawab: Read the rest of this entry

Canda Syaikh Muqbil rahimahullah

Kisah Pertama

Dikisahkan bahwa Syaikh Muqbil rahimahullah di datangi beberapa pelajar ketika sedang menyampaikan pelajaran. Mereka meminta beliau agar berkenan meruqyah seorang laki-laki yang mengalami kesurupan, yaitu dengan membacakan ayat al-Qur’an kepadanya. Syaikh Muqbil menceritakan sendiri kisah itu: “Maka aku pergi bersama mereka, meskipun aku belum pernah meruqyah seorang pun dengan bacaan al-Qur’an. Read the rest of this entry

Antara Asy Syaikh Bin Baaz, Presiden Libya Muaamar Qaddafi & Mantan Presiden Tunisia

http://www.jalancahaya.org/wp-content/uploads/2011/06/cahaya5.jpgDoktor Bassam Khidar Asy Syati pernah bercerita bahwa termasuk amalan mulia Syaikh adalah ketika beliau menelpon Presiden Libya, Muammar Qaddafi. Asy Syaikh memberi tahu beliau tidak bolehnya menghilangkan lafazh, “Qul (katakanlah),” dari surat-surat Al Quran, dan bahwasanya membacanya adalah wajib.

Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz melakukan ini karena beliau mendengar bahwa Presiden Qadaffi telah memerintahan stasiun-stasiun radio dan para qari’ di masjid-masjid untuk tidak mengucapkan “Qul” (dalam ayat yang mengandung ucapan tersebut -pent). Sebagai akibatnya, Presiden Qaddafi juga memerintahkan buku-buku pelajaran resmi diubah. Read the rest of this entry

Syaikh Bin Baz Rahimahullah: “Bertanyalah Kepada Syaikh Shalih al Fauzan”

http://blog.adikcilak.com/wp-content/uploads/2011/11/question-mark2.jpgSalah satu diantara ulama kenamaan dunia hari ini adalah Syaikh Shalih al Fauzan. Syaikh Shalih al Fauzan telah hidup yatim sejak kecil. Ia mengawali masa kanak-kanaknya tanpa belaian kasih sayang ayahanda tercinta. Sepeninggal Ayahnya ia belajar al Qur’an al Karim, membaca dan menulis dibawah bimbingan Syaikh Hamud bin Sulaiman at Talal seorang qari’ yang profesional dalam bidangnya. Madrasah negri di Syamasiyah menjadi pijakan belajarnya berikut saat dibuka di tahun 1369H. Selepas pendidikan dasar ia mendaftar diri pada ma’had ilmu di kota yang sama. Kemudian masuk Fakultas syariah di kota Riyadh, ibukota Saudi Arabia. Tidak berpuasa diri dia kembali meneruskan pendidikannya hingga meraih gelar magister dan doktor dalam bidang fikih. Read the rest of this entry

Antara Ridho Allah Yang Maha Mulia Dengan Ridho Sang Bunda Tercinta

http://alqiyamah.files.wordpress.com/2011/08/allah.jpg?w=291&h=218Imam Ibnul Jauzi berkata, ‘Abdullah bin Zaid bn Aslam menyampaikan kepadaku dari ayahnya dari kakeknya yaitu Aslam, ia berkata,

“Ketika aku bersama ‘Umar bin Khoththob sedangkan beliau sedang melakukan pengawasan pada malam hari di Madinah, maka beliaupun merasa lelah, lalu bersandar di sisi sebuah dinding di tengah malam.

Tiba-tiba ada seorang wanita yang berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, pergilan kepada susu itu, dan campurlah dengan air!”

Anak perempuan itu menjawab, “Wahai ibuku, apakah engkau tidak mengetahui apa yang telah ditetapkan oleh Amirul Mukminin pada hari ini?” Read the rest of this entry

Ketika Syaikh al-Albani -rahimahullah- Menangis…

http://ourlovenotes.com/wp-content/uploads/2010/05/bintang.jpgTidak seperti persangkaan banyak orang, ternyata hati Syaikh al-Albani rahimahullah sangat lembut, dan air matanya sering bercucuran. Tidak diceritakan sesuatu yang membuat beliau menangis, melainkan tangisannya membuat beliau berderai air mata. Diantaranya: Read the rest of this entry

Kisah Sufyan ats Tsauri Dan Khalifah

Kisah Pertama

Imam Sufyan ats Tsauri -rahimahullah- berkata, “Ketika al-Mahdi menunaikan ibnadah haji, dia berkata, “Hadirkanlah Sufyan menghadapku!” Merekapun menugaskan para pengintai di sekitar Ka’bah. Kemudian mereka membawaku di waktu malam.

Ketika aku sudah berada di hadapan al-Mahdi, dia berkata kepadaku, “Kenapa engkau tidak menemui kami sehingga kami bisa minta nasihat kepadamu dalam urusan kami? Apapun yang kamu perintahkan kepada kami, kami akan melakukannya dan apapun yang engkau larang, kami akan meninggalkannya.” Read the rest of this entry

%d bloggers like this: