Monthly Archives: April 2008

Utsman Bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu

Nama lengkapnya adalah ‘Utsman bin Affan bin Abi Ash bin Umayah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf al Umawy al Qurasy, pada masa Jahiliyah ia dipanggil dengan Abu ‘Amr dan pada masa Islam nama julukannya (kunyah) adalah Abu ‘Abdillah. Dan juga ia digelari dengan sebutan “Dzunnuraini”, dikarenakan beliau menikahi dua puteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum. Ibunya bernama Arwa’ bin Kuraiz bin Rabi’ah bin Habib bin ‘Abdi Syams yang kemudian menganut Islam yang baik dan teguh.

Keutamaannya

Imam Muslim telah meriwayatkan dari ‘Aisyah, seraya berkata,” Pada suatu hari Rasulullah sedang duduk dimana paha beliau terbuka, maka Abu Bakar meminta izin kepada beliau untuk menutupinya dan beliau mengizinkannya, lalu paha beliau tetap dalam keadaan semula (terbuka). Kemudian Umar minta izin untuk menutupinya dan beliau mengizinkannnya, lalu paha beliau tetap dalam keadaan semula (terbuka), ketika Utsman meminta izin kepada beliau, amaka beliau melepaskan pakaiannya (untuk menutupi paha terbuka). Ketika mereka telah pergi, maka aku (Aisyah) bertanya,”Wahai Rasulullah, Abu Bakar dan Umar telah meminta izin kepadamu untuk menutupinya dan engkau mengizinkan keduanya, tetapi engkau tetap berada dalam keadaan semula (membiarkan pahamu terbuka), sedangkan ketika Utsman meminta izin kepadamu, maka engkau melepaskan pakainanmu (dipakai untuk menutupinya). Maka Rasulullah menjawab,” Wahai Aisyah, Bagaimana aku tidak merasa malu dari seseorang yang malaikat saja merasa malu kepadanya”.
Read the rest of this entry

‘Umar Bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu

Nama lengkapnya adalah Umar bin Khaththab bin Nufail bin Abdul Izzy bin Rabah bin Qirath bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Luay al-Quraisy al-‘Adawy. Terkadang dipanggil dengan Abu Hafash dan digelari dengan al-Faruq. Ibunya bernama Hantimah binti Hasyim bin al-Muqhirah al-Makhzumiyah.

Awal Keislamannya.

Umar masuk Islam ketika para penganut Islam kurang lebih sekitar 40 (empat puluh) orang terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Imam Tirmidzi, Imam Thabrani dan Hakim telah meriwayatkan dengan riwayat yang sama bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam telah berdo’a,” Ya Allah, muliakanlah agama Islam ini dengan orang yang paling Engkau cintai diantara kedua orang ini, yaitu Umar bin al-Khaththab atau Abu Jahal ‘Amr bin Hisyam.”.

Berkenaan dengan masuknya Umar bin al-Khaththab ke dalam Islam yang diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad yang diungkap oleh Imam Suyuti dalam kitab “ Tarikh al-Khulafa’ ar-Rasyidin” sebagai berikut:
Read the rest of this entry

Ahmadiyah

Beberapa Kesalahan Di Dalam Buku Harun Yahya

Oleh : Abu Hudzaifah al-Atsari

Manusia tidak dapat lepas dari kesalahan, sedangkan kewajiban setiap Muslim adalah saling mengingatkan di dalam menetapi kebenaran dan kesabaran. Harun Yahya –saddadahullahu- adalah diantara cendekiawan dan saintis muslim yang juga terperosok ke dalam kesalahan yang cukup fatal di dalam masalah aqidah.

Kesalahan-kesalahan beliau ini tersebar di mayoritas buku-bukunya yang membicarakan tentang Islam. Kami tidak menutup mata dari mashlahat yang beliau berikan bagi ummat di dalam membela Islam dan membantah faham-faham materialistis saintifis. Namun, biar bagaimanapun beliau adalah manusia yang kadang salah kadang benar, sehingga kita wajib menolak kesalahan-kesalahannya dan wajib menerangkannya kepada ummat agar ummat tidak terperosok ke dalam kesalahan yang sama. Semoga Allah menunjuki diri kami, diri beliau dan seluruh ummat Islam. Read the rest of this entry

Hizbut Tahrir

Ikhwanul Muslimin

Jaringan Iblis Laknatullah

Artikel:

  1. Agama Ibrahim VS Agama Liberal – Abu Ahmad Meilana
  2. Awas, Musuh Dalam Selimut! – Ustadz Ari Wahyudi
  3. Menjawab Bualan Dengan Kalimat Yang Baik
  4. Fatwa Ulama Seputar Persatuan Agama

Download:

  1. JIL Sebuah Doktrin Yang Telah Usang – Ustadz Arifin Baderi, MA.pdf
  2. Menangkal Bahaya JIL & Fiqih Lintas Agama – Ustadz Hartono Ahmad Jaiz & Ustadz Agus Hasan Bashori.pdf
  3. Kumpulan Buku Hartono Ahmad Jaiz.chm

Syiah

Contoh Sebagian Hadits Syiah :

  1. Dari Abi Abdillah : “Sesungguhnya kamu memeluk agama barang siapa merahasiakannya, dimulyakan dia oleh Allah, dan barang siapa menyiarkannya dihinakan dia oleh Allah” (Alkafi 2/222).
  2. Dari Abu Abdullah : “Pada pihak kami sungguh ada Mushhaf Fatimah a.s. dan ‎tahukah mereka apa mushhaf Fatimah itu ?, isinya tiga kali lipat dibanding dengan ‎AI Qur’an kalian ini, Demi Allah, tidak satupun huruf dari Al Qur’an tersebut terdapat ‎dalam Al Qur’an kalian.” (Alkafi Fil Ushul 1 : 240-241).
  3. Dari Abi Abdillah : “Sesungguhnya sembilan persepuluh agama (Syiah) adalah dalam Bertaqiyyah, dan tidaklah beragama barang siapa tidak bertaqiyyah” (Alkafi 2/217).
  4. Dari Abi Bashir, dari Ja’far bin Muhammad al-Baqir, bahwa ia berkata: “Seseorang Imam yang tidak tahu sesuatu yang ghaib dari dirinya dan tidak tahu kemana sesuatu akan terjadi, maka dia bukanlah merupakan bukti kebenaran Allah untuk makhluk-Nya.” (Alkafi fil Ushul, 1:285)
  5. Dari Mufadhdhal bin Umar,dari Abi Abdillah a.s. : “Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui segala yang di langit dan di bumi serta segala yang ada di surga dan neraka dan apa yang telah terjadi serta sedang dan akan terjadi” (Alkafi fil Ushul, 1:261)
  6. Dari Abi Abdillah, ia berkata: “Sesungguhnya dunia ini milik Imam dan akhirat pun milik imam. Dia meletakkannya dimana ia kehendaki dan memberikannya kepada siapa yang ia kehendaki.” (Alkali fil Ushul, 1:409)

Read the rest of this entry

‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu

Pembebas Mesir Dari Cengkeraman Romawi

Ada tiga orang gembong Quraisy yang amat menyusahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam disebabkan sengitnya perlawanan mereka terhadap da’wahnya dan siksaan mereka terhadap shahabatnya.

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu berdo’a dan memohon kepada Tuhannya agar menurunkan adzabnya pada mereka.

Tiba-tiba sementara ia berdo’a dan memohon itu, turunlah wahyu atas kalbunya berupa ayat yang mulia ini:

Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim. (Q.S. 3 Ali Imran: 128) Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: