Daily Archives: Juni 14, 2008

Diantara Hikmah Larangan Memakan Makanan yang Diharamkan

Allah ta’ala berfirman,
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ (المائدة:3)
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya”. (Al-Ma`idah: 3)

Seorang doktor asal Denmark ditanya tentang memakan daging-daging yang diharamkan dalam Islam, dia menjawab, bahwa memakan bangkai, binatang yang tercekik, yang mati terjatuh, yang mati dipukul, dan yang dimakan binatang buas, memakan daging-daging ini berbahaya bagi manusia, sebab kematian hewan-hewan ini berjalan lambat dan kuman-kuman yang ada di dalam lambung telah pindah ke dalam daging sehingga dagingnya mengandung kuman. Adapun jika sebelum mati, hewan tersebut sempat disembelih, maka hewan itu bersih dari kuman dan layak untuk dimakan. Tidak dibenarkan memakan darah karena darah adalah racun. Dan tidak dibenarkan memakan daging babi karena babi menjadi sarang kuman dan menyebabkan sakit pada tulang punggung dan persendian, dan penyakit-penyakit ini terjadi di Eropa.(alsofwah)

Benarkah Bulan Pernah Terbelah?

Dalam al-Qur`an Allah ta’ala berfirman,
“Saat (Hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah”. (al-Qamar: 1)
Ini merupakan mukjizat nyata yang disaksikan banyak orang pada masa Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam. Di dalam hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu (yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan lainnya) disebutkan bahwa penduduk Makkah meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam agar mereka diperlihatkan sebuah mukjizat, maka Allah memperlihatkan kepada mereka peristiwa terbelahnya bulan menjadi dua bagian.

Pada masa kita sekarang ini, para ahli ruang angkasa Amerika berkata, “bulan pernah terbelah, kemudian kembali menyatu kembali. Kita menemukan adanya sabuk batu yang telah mengeras membelah bulan dari permukaannya sampai ke pusatnya dan terus sampai ke permukaannya lagi. Maka kami berkonsultasi kepada ahli bumi dan ahli geologi. Mereka mengatakan, ‘ini tidak mungkin terjadi, kecuali jika bulan pernah terbelah kemudian kembali menyatu’.”

(Sumber : 100 Mukjizat Islam, Pustaka Darul Haq) (alsofwah)

Dan (Bukankah Kami Telah Menjadikan) Gunung-Gunung Sebagai Pasak ?

Para ahli geologi menemukan bahwa gunung memiliki akar yang memanjang di bawah permukaan bumi sebanding dengan 4,5 kali lipat ketinggiannya di atas permukaan bumi. Fungsinya adalah untuk mengukuhkan dan menjaga kesetabilan bumi. Rahasia ini telah disebutkan oleh Allah dalam al-Qur`an al-Karim jauh sebelum 1400 tahun yang lalu. Allah ta’ala berfirman,

والجبال أَوْتَاداً
“Dan (bukankah Kami telah menjadikan) gunung-gunung sebagai pasak? (An-Naba`: 7)
Dan juga Allah berfirman,

والجبال أرساها
“Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh”. (An-Nazi’at: 32)

(Sumber : 100 Mukjizat Islam, Pustaka Darul Haq) (alsofwah)

Peranan Angin Dalam Pembentukan Awan & Hujan

Para ahli cuaca mengatakan, bahwa angin memiliki peranan paling besar dalam membentuk awan dan mendung, menggerakkannya, menyusun antara sebagiannya dan sebagian yang lain, mengangkatnya menuju tingkat yang lebih tinggi, mengondensasikannya dengan atom-atom yang bermacam-macam (condensation nucleir), dan mengisinya dengan muatan listrik. Peran besar inilah yang diikrarkan oleh penelitian-penelitian ilmiah modern. Dan al-Qur`an telah datang dengannya sebelum ditetapkan oleh ilmu-ilmu pengetahuan kita di bumi 14 abad yang lalu lewat lisan Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam, Allah ta’ala berfirman,
الله الذى يُرْسِلُ الرياح فَتُثِيرُ سَحَاباً فَيَبْسُطُهُ فِى السماء كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفاً فَتَرَى الودق يَخْرُجُ مِنْ خِلاَلِهِ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
“Allah, Dia-lah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira”. (Ar-Rum: 48)

(Sumber : 100 Mukjizat Islam, Pustaka Darul Haq)(alsofwah)

Tempat Terendah di Atas Pemukaan Bumi

Allah telah mengabarkan tentang tempat yang paling rendah di permukaan bumi dalam al-Qur`an. Allah ta’ala berfirman,

الم . غُلِبَتِ الروم . فِى أَدْنَى الأرض وَهُمْ مِّن بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ

“Alif laam Miim. telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terendah dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang”. (Ar-Rum: 1-3)

Ilmu geologi membuktikan bahwa Laut Mati yang menjadi tempat pertempuran antara Bangsa Persia dan Bangsa Romawi pada tahun 624 M merupakan bagian bumi yang paling rendah secara mutlak. Dimana nisbat kerendahannya mencapai kurang lebih 400 meter di bawah permukaan air laut. Tempat itu merupakan permukaan bumi yang paling rendah secara mutlak.

(Sumber : 100 Mukjizat Islam, Pustaka Darul Haq) (alsofwah)

Benarkah Awal Penciptaan Langit Berasal Dari Kabut?

Para astronom mengatakan, bahwa langit berawal dari kabut. Inilah yang direkomendasikan oleh ilmu pengetahuan akhir-akhir ini. Mereka mengatakan, “untuk membuktikannya, pergilah ke salah satu teropong yang ada, kemudian arahkan pandangan mata Anda ke arah langit. Anda akan menemukan kabut, yang merupakan sisa-sisa kabut yang darinya terbentuk bintang-bintang dan planet-planet sampai masa kita sekarang ini”.

Dan Allah telah memberitakan pengetahuan ini di dalam al-Qur`an dalam surat Fushshilat, Dia berfirman,

ثُمَّ استوى إِلَى السماء وَهِىَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلأَرْضِ ائتيا طَوْعاً أَوْ كَرْهاً قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ

“Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, ‘datanglah kamu berdua menurut perintahKu dengan suka hati atau terpaksa’. Keduanya menjawab, ‘kami datang dengan suka hati’.” (Fushshilat: 11)

(Sumber : 100 Mukjizat Islam, Pustaka Darul Haq)(alsofwah)

%d blogger menyukai ini: