Monthly Archives: Juli 2008

Syaikh Muhammad Bahjah al-Baithar

Dari Keluarga Ekstrem Sufi Kepada Salafiyyah

Muhammad Bahjah bin Muhammad Bahauddin al-Baithar adalah seorang ulama ahli fiqih, reformis, sastrawan, sejarawan dan orator. Ia dilahirkan di Damaskus dalam keluarga terpandang. Kakek dalam silsilah teratasnya berasal dari Aljazair.

Ayahnya seorang tuan guru di Damaskus, bahkan termasuk salah satu tuan guru kalangan ekstrem Sufi.

Syaikh ath-Thanthawi menuturkan, “Ia (Syaikh Bahjah) tumbuh di bawah asuhan ayahnya, menimba prinsip-prinsip ilmu agama dan bahasa darinya. Kemudian ia belajar kepada para ulama di zamannya seperti Jamaluddin al-Qasimi, Muhammad al-Khidhr Husain, Muhammad bin Badran al-Hasani, Muhammad Rasyid Ridha, dan lainnya. Ia sangat mengidolakan Syaikh Jamaluddin al-Qasimi.”

‘Ashim al-Baithar, putra Syaikh Bahjah berkata, “Ayahandaku nyantri dengan Syaikh Jamaluddin, ia sangat mengidolakannya. Syaikh (Jamaluddin-red) memiliki pengaruh yang besar terhadapnya. Dialah orang yang telah menanamkan ke dalam dirinya rasa cinta terhadap Salafiyyah, kemurnian aqidah, menjauhi kepalsuan dan fatamorgana, memanfaatkan waktu dengan baik, tegar di atas aqidah dan sabar atas kendala-kendala di jalannya. Terlalu sering saya memergoki beliau sedang menangis saat mengingat gurunya, al-Qasimi.”

Maha Suci Dzat Yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati. Beliau juga ikut andil dalam menyebarkan aqidah yang benar dan memegang sejumlah jabatan ilmiah.

Syaikh Bahjah al-Baithar terpilih sebagai ketua Perhimpunan Ulama, kemudian Ikatan Ualam di Damaskus. Ia mendapat tugas berceramah, menjadi iman dan mengajar di masjid raya (Jami’) al-Qa’ah, Maidan menggantikan ayahandanya. Kemudian mendapatkan tugas yang sama di Jami’ ad-Daqqaq di daerah yang sama. Hal itu ia geluti hingga akhir hayatnya.

Ia juga menjadi dosen terbang ke beberapa negara dan kawasan, di antaranya Syiria, Hijaz dan Lebanon. Di samping itu, ia juga mengajarkan mata kuliah tafsir dan akhlak di fakultas syariah, di Damaskus. Selain itu, ia juga mengajar di Dar al-Mu’allimin dan fakultas Sastra di sana. Setelah pensiun, ia membatasi aktifitasnya pada penyampaian kuliah di kampus dan pengajaran agama.

Syaikh Bahjah pernah menjadi anggota al-Mujamma’ al-‘Ilmi al-‘Arabi (Lembaga Keilmuan Arab) dan menjadi redaktur majalahnya. Ia seorang orator yang piawai, mampu berceramah secara spontan.

Alhamdulillah, ia juga –setelah izin Allah- menjadi sebab banyak penuntut ilmu, kalangan intelektual dan para sastrawan mendapatkan hidayah kepada aqidah Islam yang benar. Di antaranya adalah sastrawan dan ulama terkenal, Syaikh Ali ath-Thanthawi.

Syaikh ath-Thanthawi dalam sejumlah wawancara mengatakan, “Aku menemukan apa yang aku dengar darinya berbenturan dengan semua latar belakangku. Dulu, aku berpegang kuat dengan aqidah kaum Asy’ari dan Maturidiah, yang di dalamnya, baik dari dekat atau jauh mengukuhkan tauhid berdasarkan filsafat Yunani. Dulu aku meyakini kaidah yang mereka lontarkan, bahwa jalan Salaf dalam tauhid sifat lebih selamat, namun jalan Khalaf lebih valid. Tetapi setelah Syaikh Bahjah datang, ia mengatakan, “Mazhab Salaflah yang lebih selamat dan lebih valid. Selain itu, dulu aku menghindari pendapat Ibn Taimiah, bahkan membencinya, lalu beliau datang mengagungkannya di hadapanku dan memintaku agar mencintainya. Dulu aku juga amat fanatik dengan mazhab Hanafi, lalu ia menginginkan agar aku melampaui batasan fanatik mazhab itu kepada kebergantungan dengan dalil, bukan berdasarkan apa yang ‘dikatakan.’ Aku akhirnya terpengaruh olehnya, lalu seiring dengan hari-hari yang berjalan, pendapatnya itu membuatku puas setelah terjadi puluhan majlis dan bergadang malam dalam perdebatan.” (Silahkan baca di buku, Rijal Min at-Tarikh karya Ali ath-Thanthawi, hal.414)

Dalam buku yang sama (hal.416), Syaikh Ali ath-Thanthawi –rahimahulullah- kemudian melanjutkan kisahnya, “Kontak saya dengan Syaikh Bahjah menyebabkan terjadinya problem antaraku dan para guruku, sebab kebanyakan tuan guru di Syam cenderung kepada paham Sufi dan menghindari Wahabiah. Mereka tidak mengenalnya dan tidak tahu bahwa di dunia ini tidak ada mazhab yang namanya ‘Wahabiah.’ Di sekitar kami, ada sekelompok orang yang dijuluki kaum Wahabi, salah seorang tokoh pentingnya adalah Syaikh Muhammad Bahjah al-Baithar sendiri.”

Karya-Karya Tulisnya

Syaikh Bahjah banyak meninggalkan karya tulis berharga, di antaranya:
1. Masa`il al-Imam Ahmad, Abu Daud (Ta’liq)
2. Asrar al-‘Arabiyyah karya al-Anbari (Tahqiq)
3. Qawa’id at-Tahdits Min Funun Mushthalah al-Hadits karya Muhammad Jamaluddind al-Qasimi (Tahqiq dan Ta’liq)
4. al-Islam Wa ash-Shahabah al-Kiram Baina as-Sunnah Wa asy-Syi’ah
5. Tafsir Surah Yusuf
6. Hayah Syaikh al-Islam Ibn Taimiah: Muhadharat Wa Maqalat Wa Dirasat
7. ar-Rihlah an-Najdiyyah al-Hijaziyyah: Shuwar Min Hayah al-Badiah
8. Hilyah al-Basyar Fi Tarikh al-Qarn ats-Tsalits ‘Asyar karya kakeknya, Abdurrazzaq al-Baithar (Tahqiq dan Taqdim)
9. al-Fadhl al-Mubin ‘Ala ‘Iqd al-Jauhar ats-Tsamin, syarah al-Arba’in al-‘Ajluniyyah karya Jamaluddin al-Qasimi (Taqdim dan Tahqiq)
10.
Beberapa ceramah dan hadits dengan judul ats-Tsaqafatan ash-Shafra’ Wa al-Baidha’

Wafatnya

Beliau wafat pada tanggal 1 Jumadil Akhirah 1369 di Damaskus.

Semoga Allah merahmati Syaikh Muhammad Bahjah al-Baithar. Beliau membawa panji dakwah Salafiyyah di Syam di saat Sufi marak dan fanatik mazhab fiqih demikian dominan.

Semoga Allah merahmatinya dengan rahmat yang luas. (www.alsofwah.or.id)

Masya Allah! Tahun 2050, ISLAM Jadi Agama Nomor WAHID Di RUSIA!!

Kantor berita “Novobrs” melansir, agama ISLAM dipastikan akan menjadi nomor wahid di RUSIA menjelang tahun 2050 nanti. Hal itu mengingat semakin meningkatnya antusiasme untuk masuk ISLAM dan bertambahnya angka kelahiran di tengah umat Islam RUSIA.

Dalam laporan yang dimuat di situsnya (berbahasa Prancis), kantor berita itu menambahkan, komunitas Muslim di RUSIA mungkin akan menjadi komunitas terbesar pada paruh abad ini. Demikian pula, ISLAM memiliki semua modal dasar itu untuk menjadi agama utama di RUSIA.

ISLAM sekarang ini merupakan agama kedua di RUSIA. Sangat sulit untuk mendapatkan data statistik yang detail di RUSIA mengenai jumlah umat ISLAM yang sebenarnya atau pun para pengikut agama lain, sebab tidak ada data statistik resmi mengenai hal ini.

Peneliti RUSIA di bidang keislaman, Roman Silantev mengatakan, jumlah umat ISLAM di RUSIA berkisar antara 7 juta hingga 9 juta jiwa. Komunitas muslim terpusat pada minoritas etnis yang berdiam di antara laut hitam (Black Sea) dan laut Quzwain (Caspian Sea).

Umat ISLAM terkonsentrasi di dua kawasan utama: kawasan Volga di jantung RUSIA. Kawasan ini meliputi enam republik, yaitu Tatarstan, Epeshkirya, Chuvash, Mordovia and Mary and I Audmurt, plus propinsi Orenburg.

Kawasan kedua adalah kawasan Kokaz (Caucasus) di barat daya RUSIA, yang meliputi tujuh republik, yaitu Dagestan, Chechnya, Ingushetia, Kberden Belkaria, North Ossetia -Alania dan Karchiev Cherkessia- dan Kadege.

Jumlah umat ISLAM di republik-republik tersebut mencapai 20 juta jiwa. Dengan demikian, umat Islam mewakili 20% dari total jumlah penduduk. Ini merupakan minoritas religius terbesar di RUSIA. (almkhtsr/AH)

Sumber : WWW.ALSOFWAH.OR.ID

Masjid 1.1 Juta Dollar Akhirnya Selesai di Bangun di Gifu, Jepang

Proyek pembangunan masjid Gifu dan International Islamic School serta Pusat Budaya Muslim pertama di Jepang akhirnya dapat menyelesaikan tahap pertama dengan peresmian masjid Gifu hari Ahad, 27 Juli 2008 di kota Gifu, Jepang tengah. Lokasi masjid ini hanya sekitar 5 menit dari Universitas Gifu bila ditempuh dengan bersepeda, dan sedianya akan menjadi pusat syiar Islam terlengkap di area Jepang tengah. Kota Gifu sendiri terkenal sebagai produsen tekstil terbesar di Jepang dan merupakan salah satu kantong masyarakat muslim terbesar di kawasan industri otomotif di prefektur Aichi.

Acara ini dihadiri 1, 200 orang. Hadir dalam peresmian itu Imam Masjidil Haram, Makkah, Syeikh Salih bin Humaid, sebagai tokoh utama yang sekaligus membuka secara resmi masjid untuk penggunaan umum. Para duta besar dari negara-negara muslim seperti: Saudi Arabia, Irak, Iran, Mesir, Oman, Afghanistan, Syria, Pakistan serta Direktur Pusat Budaya Amerika Nagoya. Selain itu, hadir pula memberikan sambutan Rektor Universitas Gifu, Hideki Mori, dan para pejabat dari Kantor Gubernur dan Walikota Gifu, Kepolisian dan LSM Jepang.

Proyek pembangunan masjid sendiri menelan biaya sekitar 129 juta yen atau sekitar 1.1 juta dollar amerika dan sudah dimulai perencanaannya sejak 25 September 2007. Bangunan masjid ternyata ‘hanya’sekitar 351 m2 dan terdiri dari beberapa ruangan penting selain ruang sholat, seperti: perpustakaan dan ruang konsultasi. Proyek pembangunan International Islamic School dan Pusat Budaya Muslim (tahap II) sedianya akan dimulai sejak sekarang dan diperkirakan menelan biaya sekitar 135 juta yen. Dalam kesempatan ini, perwakilan mahasiswa Indonesia dan alumni dari beberapa universitas di Gifu, Nagoya, Osaka, Kyoto, dan Tokyo juga hadir sebagai panitia inti acara ini. Perwakilan mahasiswa dan masyarakat profesional Indonesia yang tergabung dalam Working Group for Technology Transfer (WGTT) tidak pula ketinggalan hadir dan meliput acara. (eramuslim)

Ustadz Abu Ihsan Al Atsary

Download Kajian Ustadz Abu Ihsan Al Atsary

175 Jalan Menuju Surga Allah Ta’ala

  1. 175 Jalan Menuju Surga Allah Ta’ala 01.mp3
  2. 175 Jalan Menuju Surga Allah Ta’ala 02.mp3
  3. 175 Jalan Menuju Surga Allah Ta’ala 03.mp3
  4. 175 Jalan Menuju Surga Allah Ta’ala 04.mp3
  5. 175 Jalan Menuju Surga Allah Ta’ala 05.mp3
  6. 175 Jalan Menuju Surga Allah Ta’ala 06.mp3
  7. 175 Jalan Menuju Surga Allah Ta’ala 07.mp3
  8. 175 Jalan Menuju Surga Allah Ta’ala 08.mp3
  9. 175 Jalan Menuju Surga Allah Ta’ala 09.mp3
  10. 175 Jalan Menuju Surga Allah Ta’ala 010.mp3
  11. 175 Jalan Menuju Surga Allah Ta’ala 011.mp3
  12. 175 Jalan Menuju Surga Allah Ta’ala 012.mp3
  13. 175 Jalan Menuju Surga Allah Ta’ala 013.mp3

‘Ainallah (Dimana Allah

  1. Ainallah (Dimana Allah).mp3 Read the rest of this entry

Masa Depan ISLAM Cerah Di BRAZIL; Setiap Hari, 3 Orang Masuk ISLAM

Sejumlah lembaga Islam di BRAZIL menyatakan, jumlah orang yang memeluk Islam di satu kota seperti San Paolo saja setiap harinya mencapai 3 orang. Sayangnya, tidak ada data statistik yang detail mengenai berapa jumlah umat Islam sesungguhnya di BRAZIL, akan tetapi sejumlah lembaga Islam itu memperkirakan jumlah mereka bisa mencapai 3 juta orang. Jumlah ini terbagi antara kaum imigran dari negara-negara Arab dan Islam, dan warga negara BRAZIL sendiri yang memeluk Islam.

Hosam El Bostani, seorang imam di salah satu masjid di Sao Paolo menegaskan, kebanyakan yang masuk Islam itu adalah dari kalangan pemuda dan kaum wanita. Ini menguatkan bahwa agama Islam memiliki masa depan yang besar (baca: cerah) di BRAZIL.

Mengenai sebab kenapa secara khusus, kedua kelompok masyarakat itu yang begitu antusias masuk Islam, seorang wartawati BRAZIL, Rita de Ceiba mengatakan, kaum wanita dan pemuda merupakan kelompok masyarakat yang paling menderita di BRAZIL akibat berantakannya rumah tangga (broken home) dan ketidakharmonisan dalam keluarga. Ternyata, mereka menemukan apa yang mereka cari selama ini di dalam Islam.

Seperti diketahui, Islam masuk ke BRAZIL melalui para budak asal Afrika yang direkrut oleh para penjajah PORTUGIS antara abad 16 dan 17 M. Dan sejak itu, Islam tersebar di negeri ini. Penyebarannya semakin bertambah dengan kedatangan kaum imigran asal Arab pada permulaan abad yang lalu. (almkhtsr/AH)

Sumber : WWW.ALSOFWAH.OR.ID

Menyikapi Perbedaan Pendapat

Oleh: Abdullah Saleh Hadrami

Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat dan pengikutnya yang setia.

Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang hak kecuali Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan RasulNya. Amma ba’du;

Banyak sekali ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam yang melarang perpecahan (iftiraq) dan perselisihan (ikhtilaf), namun apabila kita mencermatinya akan tampak oleh kita bahwa yang dimaksud adalah berbeda pendapat dalam masalah-masalah prinsip atau Ushul yang berdampak kepada perpecahan. Adapun berbeda pendapat dalam masalah-masalah cabang agama atau Furu’ , maka hal ini tidaklah tercela dan tidak boleh sampai berdampak perpecahan, karena para sahabat -Radhiallaahu ‘Anhum dan salafush shaleh -Rahimahumullah juga berbeda pendapat akan tetapi mereka tetap bersaudara dan saling menghormati satu dengan yang lain tanpa saling menghujat atau melecehkan dan menjatuhkan.

Para sahabat -Radhiallaahu ‘Anhum pernah berbeda pendapat tentang menyikapi perintah Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam agar shalat di tempat Bani Quraidhah.

Ibnu Abbas -Radhiallaahu ‘Anhu berbeda pendapat dengan Ibunda Aisyah -Radhiallaahu ‘Anha tentang Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam ketika Isra’ dan Mi’raj, apakah Beliau melihat Allah dengan mata kepala atau mata hati atau melihat cahaya.

Ibnu Mas’ud -Radhiallaahu ‘Anhu berbeda pendapat dengan Utsman bin Affan -Radhiallahu ‘Anhu tentang shalat di Mina pada musim-musim haji, di-qashar atau disempurnakan.

Ibnu Mas’ud -Radhiallahu ‘Anhu berbeda pendapat dengan Ibnu Abbas -Radhiallahu ‘Anhuma tentang penafsiran salah satu tanda besar kiamat, yaitu Ad-Dukhan (asap atau kabut).

Dan masih banyak lagi yang lainya…Semua perbedaan itu tidak menyebabkan mereka berpecah belah atau saling menghujat dan menjatuhkan, bahkan mereka tetap bersaudara, rukun dan saling menghormati.

Bahkan, malaikat-pun juga berbeda pendapat, yaitu ketika seorang yang telah membunuh seratus orang, kemudian ia bertaubat dan pergi berhijrah lalu meninggal dunia dalam perjalanan. Terjadi perbedaan pendapat antara malaikat rahmat dengan malaikat adzab dalam menyikapinya. Malaikat rahmat berpendapat bahwa orang ini adalah ahli surga karena telah bertaubat, sedang malaikat adzab berpendapat bahwa orang ini adalah ahli neraka karena telah membunuh seratus orang dan belum berbuat kebaikan. Akhirnya Allah mengirimkan malaikat ketiga yang memutuskan perkara bahwa orang tersebut adalah ahli surga. Perbedaan pendapat dan sikap diantara kedua malaikat tersebut tidak sampai menyebabkan mereka berbecah belah, saling menghujat, bertikai dan saling menjatuhkan, justeru mereka tetap saling menghormati dan menghargai. Kisah ini terdapat dalam riwayat-riwayat sahih.

Al-Imam Abu Muhammad Ad-Darimi -Rahimahullah dalam sunannya menyebutkan:

Khalifah Umar bin Abdul Aziz -Rahimahullah mengatakan: “Aku tidak suka kalau mereka (para sahabat Nabi -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam) tidak berikhtilaf (berbeda pendapat).” Kemudian Beliau mengirimkan (perintah) ke seluruh negeri-negeri, agar setiap kaum memutuskan (perkara) sesuai dengan apa yang telah disepakati oleh para Fuqaha’ (Ulama’) mereka. (Sunan Ad-Darimi{wafat 255H / 869M} , bab 52 Ikhtilaful Fuqaha, atsar nomer 641, Maktabah Syamilah).

‘Aun bin Abdillah -Rahimahullah berkata: “Aku tidak suka seandainya para sahabat Nabi -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam tidak berikhtilaf (berbeda pendapat). Karena kalau mereka bersepakat atas sesuatu, lalu orang meninggalkannya, maka ia telah meninggalkan sunnah. Tapi kalau mereka berikhtilaf (berbeda pendapat), dan orang mengambil pendapat salah seorang di antara mereka, ia tetap berpegang kepada sunnah.” (Sunan Ad-Darimi {wafat 255H / 869M}, bab 52 Ikhtilaful Fuqaha, atsar nomer 642, Maktabah Syamilah).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -Rahimahullah dalam Majmu’ Fatawanya menyebutkan:

“Ada seorang yang menulis kitab tentang ikhtilaf, lalu Imam Ahmad mengatakan: “Jangan kamu beri nama “Kitab Ikhtilaf”, tapi berilah nama “Kitab Sunnah”.

Oleh karena inilah, sebagian Ulama’ mengatakan bahwa, ijma’ mereka (para ulama’ atau para sahabat) adalah hujjah yang pasti dan ikhtilaf mereka adalah rahmat yang luas.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz -Rahimahullah mengatakan: “Aku tidak suka kalau para sahabat Nabi -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam tidak berikhtilaf (berbeda pendapat). Karena apabila mereka bersepakat atas suatu pendapat, lalu ada orang yang menyelisihinya, tentulah orang tersebut tersesat. Namun, apabila mereka (para sahabat Nabi -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam) berikhtilaf, lalu ada orang mengambil pendapat yang ini dan orang lain mengambil pendapat yang itu, tentulah dalam hal ini terdapat keluasan.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimyyah 7/250, Maktabah Syamilah)

Syaikhuna Muhammad bin Sholeh Al-’Utsaimin -Rahimahullah berkata:

“Hendaklah selalu berlapang dada dalam menyikapi perbedaan pendapat yang bersumber dari ijtihad. Yaitu permasalahan yang memungkinkan seseorang berpendapat dan terbuka kemungkinan untuk berbeda. Adapun siapa saja yang menyelisihi jalan salafush shaleh -Rahimahumullah dalam masalah aqidah maka hal ini tidak bisa diterima dan ditolelir.” -Kitab al-`Ilmi, Syaikh Utsaimin hal: 28-29. Baca pula untuk masalah ini kitab Perpecahan Umat, karya: Dr Nasir al-`Aql, penerbit Darul Haq Jakarta.

“Hendaklah para penuntut ilmu menghormati dan menghargai para ulama dan berlapang dada dalam menyikapi perbedaan pendapat diantara mereka serta memberi udzur (alasan) kepada para ulama yang menurut keyakinan mereka telah berbuat kesalahan. Ini adalah masalah yang sangat penting, karena sebagian orang sengaja mencari-cari kesalahan orang lain untuk menjatuhkan mereka dimata masyarakat. Ini adalah kesalahan terbesar.” -Kitab al-Ilmi, Syaikh Utsaimin hal: 41

Saudara-saudaraku yang saya cintai karena Allah, oleh karena itu, apabila terjadi perbedaan pendapat, ketimbang harus emosional, alangkah baiknya jika pikiran masing-masing pihak dikomunikasikan dengan baik, lalu didiskusikan layaknya orang dewasa yang memiliki basis moral akhlakul karimah dan intelektual Islami.

Semoga Bermanfaat dan Mencerahkan. Wallaahul Musta’aan.

Malang, Selasa 19 Rajab 1429 H / 22 Juli 2008 M.

www.hatibening.com atau www.kajianislam.net

Pasca Pernyataan Wapres Ahmadinejad: IRAN Musuh Atau Teman Yahudi?

Semakin lama semakin kelihatan, untuk siapa arah kebijakan IRAN selama ini dibuat.!

Dalam pernyataan yang dinilai bertentangan dengan alphabet pidato presiden Iran, Mahmod Ahmadinejad terhadap Yahudi, sang wakil presiden (wapres) yang juga merangkap sebagai menteri pariwisata, Isfandyar Raheem Masyae menyatakan, negerinya adalah ‘teman’ bangsa Yahudi. Demikian seperti dilansir surat kabar ‘Etemad’ dan kantor berita Farsi, yang dikenal dekat dengan kalangan konservatif di Iran, Ahad, 20 Juli 2008.

Masyae mengatakan, “Sesungguhnya Iran sekarang adalah teman bangsa Amerika dan Yahudi. Tidak ada bangsa di dunia ini yang menjadi musuh kami. Dan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami.”

Di sela-sela seminar tentang pariwisata, Ia menambahkan, “Kami menganggap posisi bangsa Amerika sebagai salah satu bangsa terbaik di dunia.!”

Raheem Masyae dianggap sebagai orang dekat presiden Ahmadinejad, bahkan keduanya memiliki ikatan kekeluargaan (besanan) di mana putra presiden Iran itu menikah dengan putri Masyae.

Pernyataan wapres IRAN itu jelas bertolak belakang dengan ‘gaya’ bahasa yang selama ini digunakan Ahmadinejad, yang berkali-kali menegaskan bahwa harus ‘melenyapkan Yahudi dari peta dunia.’ Demikian juga, Ahmadinejad meragukan kebenaran tragedi Hollocaust (tragedi pembakaran terhadap bangsa Yahudi) pada perang dunia kedua.

Ini bukan untuk kali pertama di mana Raheem Masyae membuat kontroversi. Beberapa bulan lalu, ia mendapat kritikan dari para anggota dewan IRAN terkait keikutsertaannya dalam seminar tentang pariwisata di Turki. Dalam seminar itu, sebagian wanita tampil seronok saat menari.

Salah satu situs internet yang dekat dengan kalangan konservatif Iran mengeritik pernyataan Masyae terhadap bangsa Yahudi tersebut dengan menegaskan bahwa pernyataannya itu ‘tidak lazim.’ Sementara itu, justeru popularitas presiden Nejad naik di dunia Arab dan Islam lantaran sebagian sikapnya yang menyerang Yahudi dan meragukan tragedi Holocaust.! Kontras bukan.?(almkhtsr/AS)

Sumber : WWW.ALSOFWAH.OR.ID

Awas..?! Paham Khawarij Menjangkiti Harakah Islamiyah

Penulis: Ustadz Muhammad Ali Ishmah Al Maidani hafizhahullah

Khawarij, tahukah Anda apa pemahaman Khawarij itu? Pemahaman Khawarij adalah pemahaman yang sesat! Pemahamannya telah memakan banyak korban. Yang menjadi korbannya adalah orang-orang jahil, tidak berilmu, dan berlagak punya ilmu atau berilmu tapi masih sedikit pemahamannya tentang Dien ini.

Para pemuda banyak menjadi korban. Dengan hanya bermodal semangat semu mereka mengkafirkan kaum Muslimin. Mereka kafirkan ayah, ibu, dan saudara-saudara mereka yang tidak sealiran atau tidak sepengajian dengan mereka. Sebaliknya, mereka menganggap hanya diri-diri mereka saja yang sempurna Islamnya, yang lainnya kafir. Ringan sekali lidah mereka menuduh kaum Muslimin sebagai orang yang kafir atau telah murtad dari agamanya. Mereka tidak mengetahui patokan-patokan syar’i untuk menghukumi seseorang itu menjadi kafir, fasiq, sesat, atau yang lainnya. Kasihan mereka. Read the rest of this entry

Hukum Arisan

Tanya:

Apa hukum arisan menurut al Qur’an dan as Sunnah?

Jawab:

Arisan termasuk urusan mu’amalah manusia dan kaedahnya “Asal dalam mu’amalah adalah boleh sampai ada dalil yang melarangnya.” Bahkan arisan merupakan salah satu sarana social yang dapat membantu memenuhi kebutuhan sesama.

Syaikh al ‘Utsaimin rahimahullah berkata,”Arisan hukumnya adalah Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: