Akhlaq Ulama – Antara Syaikh Bakr Abu Zaid dan Syaikh ‘Abdul Qadir al-Arnauth rahimahullah

Oleh: Abdul Basith ibn Yusuf al Gharib

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam mudah-mudahan tetap tercurah atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam. Amma ba’du.

Termasuk sikap-sikap mulia yang mengagumkan di antara para ulama adalah apa yang kudengar langsung dari Syaikh al Muhaddits ‘Abdul Qadir al-Arnauth rahimahullah. Saat kami menziarahi beliau bersama sebagian ikhwah yang mulia di rumah beliau yang beliau pindah kepadanya beberapa tahun sebelum wafat beliau.

Rumah tersebut adalah sebuah rumah yang luas, mewah dan termasuk rumah yang paling indah dan luas.

Syaikh ‘Abdul Qadir al-Arnauth rahimahullah berbicara tentang bagaimana dia mendapatkan rumah yang megah tersebut. Beliau menyebutkan bahwa suatu ketika Syaikh Bakr Abu Zaid pernah menziarahinya di rumahnya yang lama di kota lama, yaitu sebuah distrik yang terkenal dengan rumah-rumah kuno yang sudah lapuk.

Datanglah waktu shalat maghrib, lalu Syaikh ‘Abdul Qadir menyebutkan kepada Syaikh Bakr Abu Zaid bahwa dia punya kajian setelah shalat maghrib, dan kala itu beliau mensyarah Shahih al Bukhari. Maka beliau tawarkan kepada Syaikh Bakr Abu Zaid untuk menyertainya menghadiri kajian tersebut.

Ditengah jalan, Syaikh Bakar Abu Zaid rahimahullah menyebutkan bahwa beliau ingin membeli sebuah rumah yang luas di tempat yang baru. Maka Syaikh ‘Abdul Qadir mewakilkan seseorang untuk mencari sebuah rumah yang pantas dan layak bagi seorang Syaikh Bakr Abu Zaid.

Kemudian, rumah megah tersebut benar-benar didapatkan di tempat yang baru. Kemudian selesailah jual beli rumah itu dengan harga 6 juta Lira Suriah, atau setara dengan 350 ribu Real Saudi (setara dengan Rp.900 juta an)

Ternyata Syaikh Bakr Abu Zaid menyerahkan rumah tersebut kepada Syaikh ‘Abdul Qadir rahimahullah, sebagai hadiah seraya berkata, “Tidak layak bagi anda wahai Syaikh tinggal di rumah yang sempit tersebut.” Setelah terus-menerus mendesak, akhirnya Syaikh ‘Abdul Qadir rahimahullah menerima rumah tersebut yang kemudian beliau pindah kesana setelah itu.

Adalah Syaikh ‘Abdul Qadir rahimahullah banyak berbicara tentang kejadian bersama Syaikh Bakr Abu Zaid ini di hadapan orang-orang khusus dan umum.

Ini adalah sebuah kejadian mulia dari al ‘Allamah Bakr Abu Zaid, ‘afaahullah wa syafaahu yang mengingatkan kita akan akhlaq ulama salaf di antara mereka. Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala merahmati kedua Syaikh tersebut dan mengumpulkan kita semua bersama mereka dalam rahmat-Nya.  ( sumber: http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=92567)

Untuk biografi Syaikh ‘Allamah Bakr Abu Zaid rahimahullah bisa klik link berikut : Biografi Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah

Sedangkan Syaikh Abdul Qadir al Arnauth, maka beliau adalah:

Abdul Qadir al Arnauth, namanya Qadri Shauqal, Syaikh ahlus sunnah di negri Syam, tinggal di Damaskus. Beliau keturunan Albania, berbicara dengan bahasa Albanya dan Arab. Ayahandanya bernama Shauqal pindah ke Syam karena tekanan Serbia terhadap Albania. Beliau sangat berani dalam kebenaran, tidak pernah basa basi. Dikatakan ilmu beliau lebih besar dari ketenarannya, terutama dalam ilmu hadits.

Guru beliau yang paling menonjol adalah Syaikh al ‘Allamah Muhammad Shalih al Farfur.

Karya tulis/penelitian beliau berupa tahqiq kitab: Mukhtashar Syuabul Iman karya al Baihaqi; al Furqon Baina Auliya’ al Rahman wa Auliya’ as Syaithan karya Ibn Taimiyah; al Adzkar karya an Nawawi; al-Syifa bi Ta’rifi Huquq al-Mushthafa karya Qadhi Iyadh; Syamail ar Rasul karya Ibn Katsir

Selain itu beliau meneliti kitab bersama  Syaikh Syuaib al Arnauth, antara lain:

Zadul Masir Fi Ilmi Tafsir karya Ibnil Jauzi; al-Mubdi’ fi Syarh al-Muqni’ karya Ibn Muflih; Raudhatut Thalibin wa Umdatul Muftin karya Imam Nawawi; dan Zadul Ma’ad karya Ibnul Qoyyim.

Beliau wafat tahun 2005 dalam usia 75 tahun. Semoga Allah merahmati beliau, membalas kebaikannya berlipat ganda dan menjadikan ilmunya bermanfaat untuk kita. Wallahu a’lam.

Sumber: Majalah Qiblati Edisi 03 Tahun V hal.84-85

Dipublikasikan kembali oleh : Al Qiyamah – Moslem Weblog

Iklan

Posted on Desember 15, 2009, in Adab & Akhlak and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: