Benarkah Dakwah Salafiyah K.E.R.A.S..?!

Oleh: Ustadz Abu Mundzir Abdurrahman Hadi, Lc hafizhahullah

Saudaraku, Islam itu agama yang mudah dan lapang, walaupun acapkali tidaklah mudah di dalam mendakwahkannya. Sebab, sudah merupakan sunnatullah bahwa siapa saja yang menyebarkan kebenaran, mendakwahkan tauhid dan sunnah, serta memberantas kesyrikan dan kebid’ahan, pasti akan ada golongan yang menentang, memusuhi dan menghasutnya.

Sunnatullah ini senantiasa berjalan bagi para hamba-Nya, bahkan para Nabi pun dimusuhi oleh kaumnya, tidak terkecuali Nabi dan suri tauladan kita, Muhammad bin ‘Abdillah صلى الله عليه و سلم. Beliau dituduh sebagai tukang sihir, penyair yang gila, pemecah belah dan sederet julukan-julukan lainnya yang dibangun diatas kebohongan dan hasad (iri hati/dengki). Para sahabat رضي الله عنهم juga tidak lepas dari permusuhan orang-orang kafir dan ahli bid’ah yang sesat seperti Khowarij, Syi’ah dan lain sebagainya. Para Imam seperti Imam Ahmad bin Hambal رحمه الله pun disiksa, dicambuk dan dihasut disebabkan karena beliau tetap mempertahankan dan mendakwahkan aqidah ahlussunnah bahwa al-Qur’an adalah Kalamullah (firman Allah) bukan makhluq. Bahkan tokoh Islam yang belum jauh zamannya dari kita, seperti Syaikh Ahmad Surkati pun tidak lepas dari permusuhan. Hal ini bisa ditanyakan kepada orang-orang yang mengaku sebagai penerus beliau رحمه الله yang mungkin sudah membaca sejarah dan dakwah beliau yang tegas didalam memberantas kesyirikan dan kebid’ahan.

Oleh karena itu, bukanlah suatu hal yang aneh apabila dakwah salafiyah juga dimusuhi. Karena dakwah ini adalah dakwahnya para nabi, sahabat, tabi’in dan para pengikut mereka, yang senantiasa mengajak kepada tauhid dan menjauhi kesyirikan, mendakwahkan sunnah dan memberantas bid’ah serta menyeru kepada ketaatan dan amal shalih dan meninggalkan kemaksiatan. Bukankah, perkara tauhid dan menafikan syirik adalah perkara yang paling asasi, hak Rabbul ‘alamin yang wajib ditunaikan pertama kali oleh seorang hamba dan inti dakwah para Nabi dan Rasul yang harus di da’wahkan walaupun di musuhi?? Bukankah para nabi seperti Nuh, Hud, Shalih, dan yang lainnya semua mengatakan kepada kaumnya :

“Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” (QS. al-A’raaf:73)

Tidakkah anda pernah mendengarkan Allah berfirman :

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut.” (QS. an-nahl:36)

Wahai saudaraku, semoga Allah merahmati anda, bukankah Nabi kita sendiri selama 13 tahun, yaitu selama di Mekkah, beliau tidak henti-hentinya mendakwahkan tauhid dan memberantas kesyirikan? Bukankah ketika beliau mengutus para sahabatnya untuk berdakwah, yang beliau pesankan pertama kali adalah perkara tauhid?? Bahkan, 5 hari menjelang wafatnya beliau صلى الله عليه و سلم, beliau tetap memperingatkan dari bahaya kesyirikan dan sarana-sarana menuju kesyirikan.

Dari ‘Aisyah رضي الله عنها, beliau berkata bahwa Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda disaat beliau sakit keras sampai menyebabkan beliau tidak bisa bangkit menjelang akhir hayatnya :

“Allah melaknat orang Yahudi dan Nashrani karena menjadikan kuburan-kuburan Nabi mereka sebagai masjid.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu pula perkara dakwah Sunnah dan menjauhi bid’ah, juga senantiasa didengungkan oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم, Dan dalil tentang hal ini sungguh sangat banyak, diantaranya adalah apa yang senatiasa beliau baca dalam khutbah (padahal di masa beliau hidup belum muncul Bid’ah) :

“Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah al-Qur’an dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم, dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dalam agama, dan setiap yang diada-adakan dalam agama adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan adalah dalam neraka.” (HR. Muslim dengan tambahan riwayat dari Baihaqi serta an-Nasa’i. Lihat takhrij-nya dalam kitab Khutbatul Hajjah karya Syaikh al-Albani hlm.25)

Perkara inilah yang senatiasa diserukan oleh dakwah salafiyah, walaupun ahli bid’ah membencinya. Karenanya dakwah ini dihasut, dimusuhi dan dituduh dengan tuduhan-tuduhan tanpa bukti.

Oleh karena itu, kami mengajak seluruh kaum muslimin, dimanapun Anda berada agar memperhatikan dan memprioritaskan segala hal yang diperhatikan dan diprioritaskan oelh Nabi صلى الله عليه و سلم serta mengindahkan apa yang beliau wasiatkan. Karena beliau صلى الله عليه و سلم tidaklah memberi wasiat, apalagi di akhir hayat beliau, melainkan itu wasiat yang sangat agung. Yaitu, syirik yang menyebabkan amalnya terhapus, dan bid’ah yang menyebabkan amalnya tidak diterima oleh Allah.

Jadi, apabila mendakwahkan hal ini namun masih banyak orang yang menentangnya dan mengatakan bahwa dakwah salafiyah itu keras dan kasar, maka kami mempersilahkannya, bahkan kami berharap kepada mereka yang mengaku berjiwa dan berbahasa lembut dan menuduh kami kasar dan keras, untuk memahami konsep tauhid dan syirik serta sunnah dan bid’ah, kemudian agar menyeru kepada tauhid dan sunnah dan memberantas syirik dan bid’ah secara terang-terangan tanpa ditutup-tutupi, bahwa yang tauhid itu tauhid dan yang syirik itu syirik, yang sunnah itu sunnah dan yang bid’ah itu bid’ah, yang haq itu haq dan yang bathil itu bathil, yang halal itu halal dan yang haram itu haram, sehingga perkaranya menjadi jelas dan umat dapat memurnikan ibadah hanya kepada Allah dengan syariat yang dibawa oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم sebagaimana yang telah dipraktikkan oleh beliau صلى الله عليه و سلم dan para sahabatnya yang bersih dari syirik, takhayyul, bid’ah, dan khurofat.

Dari sinilah, orang-orang yang menuduh dakwah salafiyah itu kasar dan keras bisa diketahui maksudnya, bahwa sebenarnya yang membuat dada mereka sesak, menyebarkan provokasi terhadap dakwah salafiyah, sampai rela berdusta dan membolak-balikkan fakta, serta mecncari pendukung walaupun dari orang-orang yang rusak pemikirannya dan tidak sefikroh dengannya dalam perkara yang mendasar (fundamental)[1], belum lagi dari orang-orang yang jelas mengkafirkan penguasa dan jajarannya, padahal sesepuh mereka juga banyak yang berada dalam jajaran tersebut. Namun, demi memenuhi hawa nafsunya, mereka mau merangkul siapa saja dalam rangka memusuhi dakwah ini. Apakah yang mereka lakukan ini, memang sekedar tidak rela dengan cara dan bahasa yang mereka anggap kasar ataukah mereka memang mengingkari dakwah tauhid dan sunnah, memberantas syirik dan bid’ah?!

Syaikh DR. Muhammad Musa Alu Nashr حفظه الله menyebutkan dalam kitabnya Min Ma’alim al-Manhaj an-Nabawi hal.20-23 :

“Acapkali para da’i salafi dituduh sebagai orang yang kasar dan keras, yang tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah agar umat menjauh darinya dan dari dakwahnya, padahal tuduhuan-tuduhan ini sebenarnya juga ada pada seluruh kelompok, sebab kesempurnaan hanya milik Allah dan kemaksuman hanya ada pada diri para Nabi.”

Kemudian beliau mengisahkan bahwa suatu ketika Syaikh Jamilur Rahman, pemimpin Jama’ah al-Jihad al-Afghani as-Salafi ditanya : “Ada yang mengatakan bahwa cara anda di dalam berdakwah kepada akidah yang benar adalah keras lagi membuat orang malah menjauh?!” Maka beliau رحمه الله menjawab : “Kami mengetahui bahwa memang termasuk di dalam dakwah adalah memperhatikan kondisi al-Mukhaththab (yang didakwahi), dengan memilih cara yang lembut, tidak keras dan tidak membuat orang malah menjauh.

Allah ta’ala berfirman :

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS. Thaha:44)

Dan firman-Nya :

“Maka disebabkan rahmat Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali Imran:159)

Dan firman-Nya juga :

“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabbmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. an-Nahl:125)

Sesungguhnya, kami tidak keluar dari batasan-batasan tersebut demi mengagungkan perintah Allah عز و جل dan meneladani para Nabi-Nya ‘alaihimush shalatu wassallam. Maka, sungguh orang-orang yang menuduh kami sebagai orang yang kasar dan keras, sedangkan mereka (orang yang menuduh tersebut) termasuk orang-orang berakidah shalihah, tahu akan kewajiban mendakwahkan dan menunaikan haknya dengan sebenar-benarnya dan memiliki sikap yang jelas sehingga manusia mengetahui akidah dan dakwahnya, lalu mereka dapati bahwa dalam metode kami keras, maka selayaknya mereka mau mengoreksi apa yang mereka lihat, menunjukkan kepada kami metode yang cocok lagi lembut, karena kami tidak pernah mengatakan sebagai orang yang paling baik dalam menempuh cara dakwah, karena ini hanya ada pada diri para nabi ‘alaihimush shalatu wassallam. dan mereka adalah orang-orang yang ma;shum (terjaga dari kesalahan) didalam tabligh (penyampaian) dan risalah dengan kemaksuman yang dianugerahkan oleh Allah dan diperkuat dengan wahyu-Nya سبحانه و تعالى. Setidak-tidaknya, yang kami akui dan kami yakini bahwa akidah kita adalah akidah yang benar dan mendakwahkannya adalah wajib. Walaupun juga wajib bagi kita untuk memilih cara yang sesuai lagi memiliki hal-hal yang menyebabkan dapat diterimanya dakwah.

Akan tetapi jika orang-orang yang menuduh kami adalah orang-orang yang menyelisihi aqidah dan dakwah atau dakwah itu sendiri, maka ketika orang itu mencela kami dengan tuduhan bahwa kami ini orang yang keras dan kasar, maka ini tidak lain dan tidak bukan karena mereka menyelisihi prinsip dakwah (tauhid) dan memeranginya dengan cara licik.

Kami katakan kepada mereka :

“Kemarilah, mari kita bahas permasalahan yang prinsip, yaitu perkara akidah dan dakwah, kemudian setelah selesai dan kita sepakati, mari kita membahas tentang metode dakwah dan kita pilih cara-cara yang kalian inginkan dengan kesepakatan.”

Adapun apabila sejak awal kalian menyelisihi pokok permasalahan, atau kalian lebih memilih diam atau mencari muka, maka tidak selayaknya kalian mencela dakwah yang benar ini, tapi introspeksilah diri-diri kalian sebelum kalian melihat perbuatan orang lain.

Dan setelah jelas (sikap kami) dalam menyikapi para pencela, maka kami katakan :

“Sesungguhnya para pelaku bid’ah dan pengekor hawa nafsu itu senantiasa menghadapi ahlussunnah dengan lontaran dan celaan bahwa mereka adalah orang yang kasar, bahkan mereka (para pelaku bid’ah) tidak segan-segan mengkafirkan dan mengeluarkan orang-orang yang menyelesihi dari hawa nafsunya dari agama, mereka juga tidak mau shalat di belakang ahlussunnah dan melarangnya,[2] bahkan mereka menfatwakan akan bolehnya membunuhnya,[3] serta memprovokasi orang-orang awan kaum muslimin untuk memerangi dan menyakitinya. Hal ini adalah jelas sekali bagi siapa yang mengetahui keadaan ahlul bid’ah sejak dahulu kala.”[4]

Akhirnya kita memohon kepada Allah ta’ala agar menghidupkan kita diatas tauhid dan sunnah dan mendakwahkannya dengan sabar dan istiqomah, serta mematikan kita diatasnya. Dan mudah-mudahan kita dijauhkan dari sifat orang-orang kafir, munafik dan yang didalam hatinya ada penyakit, yang suka menebar fitnah, meyebarkan kekejian dan dusta, baik langsung (sengaja) maupun dengan menyebarkan setiap berita yang diperoleh dan didengarnya begitu saja.

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. al-Ahzab:58)

Dan firman-Nya :

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS.an-Nur:19)

Dan Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :

“Cukup seseorang itu dikatakan berdusta ketika memberitakan setiap yang didengarnya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah رضي الله عنه )

@1431 Copyright Tasjilat adz-Dzakhiirah al-Islamiyyah
On Facebook Maktabah Ibnu Baladraf
On Blogger Life Is Pray

————————–

Note:

1. Sekedar contoh adalah apa yang kami dengar sendiri dari orang tersebut, ketika ditanya di Jakarta beberapa tahun yang lalu tentang sikap terhadap Syi’ah? maka dia menjawab: “Bahwa perselisihan kita dengan mereka (Syi’ah) adalah seperti perselisihan yang ada diantara al-A’immah al-Arba’ah (empat madzhab fiqih), sehingga waktu itu langsung diluruskan oleh tuan rumah yang mengundang. Oleh karena itu, saya bertanya kepada orang-orang yang meminta dukungan orang semacam ini, apakah kalian ridho dipersatukan dengan Syi’ah yang gemar mencela para sahabat, Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, Mu’awiyah رضي الله عنهم dll ?! Ataukah memang persatuan semacam ini yang kalian inginkan?! Nas’alulloha lana wa lakum wa lahum al-hidayah (mudah-mudahan Allah memberikan hidayah-Nya kepada kita, kalian dan mereka)
2. Dan ini bisa dilihat pada orang-orang khowarij,pen)
3. Syaikh رحمه الله melihat dengan cahaya Allah. Sungguh setelah beberapa tahun dari pertemuan ini, beliau menjadi korban persekongkolan jahat dari kalangan al-Ahzab al-Afghaniyah (kelompok-kelompok di Afghanistan) yang mendakwahkan jihad. Mereka mempunyai rencana busuk terhadap beliau, sehingga mereka menyewa seorang pekerja dari Arab Mesir, menyembunyikan pistol di mushaf-nya kemudian masuk menemui Syaikh sebelum shalat jum’at. Ketika Syaikh berdiri untuk merangkul dan menyambutnya (dan beliau melarang untuk memeriksa mujahidin arab), ternyata sang pengkhianat yang bernama Abu Rughol al-Afghani melepaskan beberapa peluru di kepala Syaikh yang menyebabkan beliau terbunuh dan mudah-mudahan beliau dalam keadaan syahid dengan izin Allah, sedangkan sang pengkhianat tadi kembali dengan menanggung dosanya. Setelah terbunuhnya Syaikh, Afghanistan semakin carut marut, ditimpa perang saudara dan perpecahan sengit, sehingga menjadi perumpamaan yang jelek sampai hari ini.
4. Jama’atud Dakwah Ila al-Qur’an wa as-Sunnah, hlm.45-50

Bookmark and Share

Iklan

Posted on Maret 13, 2010, in al-Ilmu and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Aswrwb, sebenarnya dakwah salafi memang dakwah bijak, tapi sangat terkotori oleh oknum-oknum diinternal salafi sendiri yg ketika mmberikan pengajaran jauh dari cahaya ilmu. Afwan, semua manusia tentu menginginkan penyampaian dgn bahasa yg lemah lembut. Antum lbh mahfum dlm hal ini tentunya. Baginda Nabi, pernahkah mendakwahkan Islam dgn kekerasan? Beliau sangat lemah lembut pd objek yg didakwahi(sbg contoh: ketika berdakwah di Thoif, dan ketika ada arab Badui yg kencing di masjid..antum lbh mahfum dlm hal ini tentunya). akan tetapi coba instropeksi dakwah yg saat ini Salafi jalankan, di Batam Ust. Ust dari salafy tdk disebarkan ke masjid-masjid yg notabene msh jauh dari pemahaman Salaf, atau ikut memberikan tausiah Ramadhan atau khutbah Jum’at di masjid-masjid lain. Yg kerap dilakukan hnya di tempat2 Basecamp-nya(spt Masjid sabilunnajah, Radio hang FM, masjid di Cendana) dan diarea perumahan di mana sy tinggal banyk teman-teman dr salafi tp Ust-Ust. dr salafi blm pernah sekalipun dikenalkan tu berikan tausiahnya. yg lbh mengherankan lg knp dr mereka(tmn-tmn salafi tersebut) juga ikut Sholat dibelakang imam NU yg notabene di cap Salafi sbg ahli Bid’ah. Malah Sholat Jum’at juga ngikut saja. tanpa memberikan penjelasan tentang bid’ah kpd imam NU tersebut(spt salaman dan sholawat ba’da sholat jama’ah) ini sangat bertolak belakang dgn saat ketika sebagian dr antum memberikan penjelasan yg sangat keras tentang bid’ah pada tulisan-tulisannya (bisa diambil contoh rapot merah A a’ Gym, Dzikir Ust. arifin Ilham, bantahan buku Dakwah Salafi Dakwah Bijak 1 yg dipublish di internet oleh Abu Salma). Apakah tdk bisa dgn kelembutan hati ketika menjelaskannya? afwan uhibbuka fillah ya akhuna fiddin. waswrwb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: