Apakah Benar, Jika Iman Seseorang Lebih Kuat, Maka Lebih Besar Ujiannya?

Pertanyaan:

Apa benar, iman seseorang lebih kuat, lebih besar ujiannya [+623417575XXX]

Jawab:

Segala puji bagi Allah. Sholawat dan salam kepada Rasulullah, wa ba’du.

Kita semua pasti pernah mendapatkan suatu ujian, baik dengan kenikmatan maupun musibah. Dan dalam menurunkan ujian itu, Allah ta’ala membedakan tingkatannya sesuai kadar keimanan yang ada pada setiap orang, semakin kuat imannya maka semakin besar ujiannya.

Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda:

أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً الأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ، فَإِنْ كَانَ دِيْنُهُ صُلْباً اِشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِي دِيْنِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِيْ عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

Manusia yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian orang yang semisal mereka lalu orang yang seperti mereka. Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Apabila agamanya kuat maka ujian baginya semakin berat. Namun bila agamanya lemah maka ia akan diuji sesuai dengan kadar agamanya tersebut. Dan ujian itu akan senantiasa menimpa seorang hamba hingga membiarkannya berjalan di muka bumi tanpa memiliki dosa sedikitpun. (at-Tirmidzi (2/64), Ibnu majah (4023), ad-Darimi (2/320), ath-Thohawi (3/61), dll. at-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih)

Demikianlah, semakin dia kuat imannya maka semakin berat ujiannya. Sebagaimana berbagai ujian telah menerpa dan menghiasi kehidupan Para Nabi sebagai manusia yang paling beriman dan bertakwa kepada Allah azza wa jalla.

Aisyah -radhiallohu anha- pernah bercerita tentang ujian yang menimpa Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam :

مَا رَأَيْتُ رَجُلاً أَشَدَّ عَلَيْهِ الْوَجَعُ مِنْ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih berat penyakitnya dari pada Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam. (HR. Muslim)

Inilah persaksian Aisyah -radhiallohu anha-, seseorang yang paling dekat dengan Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam-, yang banyak mengetahui tentang peristiwa dan kejadian yang menimpa suami tercinta.

Dan ini adalah sebuah ucapan yang menunjukkan bahwa beliau sendiri sebagai seorang Nabi, yang memiliki keimanan dan ketaatan yang sempurna kepada Allah, beliau tidak pernah luput dari ujian, cobaan, penyakit dan gangguan yang terus meliputi hari-hari beliau -shollallahu alaihi wa sallam-.

Maka itu, ujian apa saja yang menimpa seorang dari kita, hendaklah kita bandingkan dengan sederet cobaan yang jauh-jauh hari telah menimpa Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam-. Semoga saja segala ujian tersebut akan menjadi ringan bagi kita dan dapat kita lewati dengan mudahnya. Wa billahit taufiq.

Sumber : Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 58 hal. 5

Bookmark and Share

Iklan

Posted on Maret 16, 2010, in Fatwa & Tanya Jawab and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. setuju ….iman seseorang lebih kuat, lebih besar ujiannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: