Download Audio: Mengapa Mereka Menyembah Kuburan? [Ust. Kholid, Ust. Badrusalam & Ust.Abdul Hakim]

Dalam fakta sejarah, paganisme merupakan agama sesat pertama yang dianut oleh manusia bermula saat mereka membutuhkan panutan untuk dijadikan sebagai pedoman hidup, mereka mengangkat pemimpin yang shalih, dicintai dan dihormati. Penghormatan tersebut tidak terbatas pada saat sang pemimpin masih hidup, namun berlanjut hingga ketika dia sudah meninggal.

Hal tersebut diwujudkan dengan membuat patungnya sebagai simbol penghormatan yang pada akhirnya digunakan sebagai sesembahan. Fenomena menyembah patung ini sudah mulai bergeser bentuk pada zaman sekarang, manusia sudah tidak lagi membuat patung sesembahan. Namun mereka masih mengeramatkan makam tertentu dan meminta segala kebu-tuhannya kepadanya. Bahkan seorang kuburi sebutan untuk penyembah kuburan- berkeyakinan bahwa mengunjungi makam wali sama dengan mendapatkan kenikmatan dunia dan akhirat.

Mereka juga menyamakan makam wali dengan Baitullah al-Haram (Ka’bah) dan menziarahinya dianggap sebagai pelaksanaan ibadah haji baginya. Simak Kajian Para Asatidzah berikut ini seputar kuburan yang disembah.

Download File:

  1. Kuburan Agung – Ustadz Kholid Abdush Shomad.mp3
  2. Ziaroh Kubur – Ustadz Badrussalam Lc.mp3
  3. Tanya Jawab Kuburan Wali – Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat.mp3

Sumber: http://suaraquran.com/

Artikel Terkait

  1. Tragedi Pengagungan Kuburan Orang Shalih – Makam Keramat Habib Haddad Mbah Priok Dibela dengan Darah & Download Audio
  2. Larangan Beribadah Di Kuburan
  3. Budaya Pengkultusan Kuburan

Bookmark and Share

Iklan

Posted on April 19, 2010, in Audio Kajian and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 17 Komentar.

  1. betul, mungkin pembenaran akan hal tersebut tidak ada sama sekali

  2. jangan sampai slah persepsi atas hal ini. anggap saja ini adalah adat yang turun temurun..

  3. Menyembah berbeda dengan menghormati gan :)

  4. salam,
    memang ini sebuah ironi yang ada di dunia islam, sebut saja nama-nama berhala seperti Latta,Uzza dll yg dulunya nama -nama orang sholeh malah dijadikan nama-nama patung untuk periode berikutnya……

  5. salafy txxxxxx

    • Pecinta Rasulullah

      Anda sebaiknya menghormati ulama seperti halnya anda menghormati Bapak anda, jangan menyebut Syaikhul Islam seperti itu, dia adalah salah satu ulama ahlus sunnah selain imam 4 (abu hanifah, Malik, Idris as syafei, Ahmad bin hambal), atau juga seperti Imam Abul Hasan Al Asyari, Al Ghazali dan lainnya,

  6. Meminta pada orang hidup itu wajar, meminta pada orang mati, jelas2 meminta pada sesuatu secara ghaib. Allah itu ghaib berarti mereka sudah menyamakan orang mati dengan Allah. Kita meminta pada Allah karena kita hambanya. Kalau meminta pada kuburan, berarti hambanya kuburan dong? Jelas ini kesyirikan.

  7. Dari Buraidah, Rasulullah s.a.w. bersabda:
    “Sesungguhnya dahulu saya melarang kamu ziarah ke kubur. Kemudian Muhammad telah mendapat izin berziarah ke kubur ibunya. Maka berziarahlah kamu, karena sesungguhnya ziarah itu mengingatkan kepada hari akhirat.” (riwayat Muslim, Abu Daud, dan Tirmizi).

    Proses hukum dan motivasi ziarah ke kubur.
    Pada permulaan pengembangan Islam, Rasulullah melarang ummatnya untuk melakukan ziarah ke kubur. Adapun motivasi larangan itu adalah karena di jaman jahiliyah, kuburan itu menjadi salah satu sumber dan sasaran pembaktian kaum penyembah berhala. Bahkan jauh sebelum itu, di jaman Nabi Nuh a.s., sebagian kaumnya memandang kuburan itu sebagai satu tempat yang suci (kudus). Dengan larangan menziarahi kubur itu pada permulaannya, maka dapatlah dibendung kekhawatiran timbulnya kembali paham syirik, sedangkan iman dan tauhid yang ditanamkan oleh Rasulullah kepada pengikut-pengikutnya baru saja pada taraf permulaan, belum berurat berakar dalam jiwa mereka.
    Setelah pembinaan ajaran iman dan tauhid itu semakin kuat, Rasulullah menerima wahyu yang mengizinkan untuk menziarahi kubur ibunya, sehingga beliau menunjukkan dengan perbuatannya sendiri kebolehan ziarah ke kubur itu.
    Mengenai kasus Rasulullah menziarahi kubur ibunya, disebutkan dalam satu hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, yang artinya sebagai berikut:
    “Nabi Muhammad s.a.w. menziarahi kubur ibunya. Beliau menangis, dan menangis pula orang-orang di sekelilingnya. Kemudian, Nabi berkata: Saya meminta izin kepada Tuhanku (Allah) supaya diperkenankan memohonkan doa ampunan untuk ibuku. Permohonanku itu tidak diizinkan. Kemudian aku meminta izin untuk menziarahi kuburnya, dan diizinkan. Berziarahlah kamu, agar kamu teringat kepada kematian.” (riwayat Ahmad dan Muslim).
    Dari ayat ini dapat dipahami bahwa ziarah kubur itu dianjurkan, sebab hikmahnya akan mengingatkan dan menyadarkan umat manusia tentang kehidupan hari akhirat yang akan datang dan keharusan melakukan persiapan-persiapan untuk menghadapi saat-saat kepastian yang mesti ditemukan oleh setiap orang yaitu kematian atau ajalnya suatu saat nanti.
    Dari proses perkembangan tentang soal ziarah kubur itu, yang pada mulanya dilarang, kemudian diizinkan, dapatlah ditarik satu kesimpulan bahwa hukum Islam senantiasa memperhatikan kondisi ummat dan situasi suatu zaman.
    Dalam satu hadist lain yang diriwayatkan oleh Hakim dari Abi Zar, Rasulullah menyatakan:
    “Ziarahilah kubur, Anda dengan itu akan teringat ke akhirat. Mandikanlah orang yang mati, karena sesungguhnya hal itu menjadi obat mujarab yang mengandung pengajaran yang mantap. Sembahyangkanlah jenazah, mudah-mudahan hal itu akan menggugah hati Anda, sebab orang yang berdukacita berada di bawah naungan Ilahi dalam menghadapi tiap-tiap kebaikan.” (Riwayat Hakim).
    Dari berbagai hadist yang menganjurkan dan mendorong melakukan ziarah kubur itu, maka para ulama berpendapat bahwa hukum ziarah kubur itu ialah sunah (sunat). Adapun hikmathnya mengandung dua macam nilai.
    Pertama, mengingatkan manusia pada kematian, bahwa pada saat yang tentu menurut ajal yang ditetapkan Tuhan, tiap-tiap orang akan kembali ke hadiratNya.
    Kedua, untuk memohonkan doa ampunan (istighfar) kepada Allah SWT supaya dosa orang yang diziarahi kuburnya itu, diampunkan oleh Allah. Jadi ziarah kubur itu tidaklah boleh didasarkan untuk meminta restu, karena ada sesuatu hajat, meminta berkat dan lain-lain sebagainya. Kemudian ditaburkan bunga, dibakar kemenyan dan perbuatan-perbuatan lainnya yang tidak disyariatkan, bahkan merupakan bid’ah yang sesat dan menyesatkan. Tetapi haruslah didasarkan kepada dua motivasi yang diterangkan di atas.
    Adalah satu kenyataan, bahwa manusia pada umumnya selalu lupa dan lalai terhadap datangnya kematian. Dengan ziarah ke kubur itu, maka perbuatan itu dengan sendirinya mengingatkan manusia kepada kematian itu.
    Sasaran hikmat yang kedua tentang ziarah kubur itu ialah memberikan pertolongan yang dapat dilakukan oleh orang (keluarga yang masih hidup terhadap orang yang sudah meninggal dunia, yang memohonkan doa ampunan pada Allah SWT terhadap dosa-dosa mereka. Pertalian kekeluargaan dan persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) pada umumnya tidaklah hanya terbatas dalam kehidupan di dunia ini, tapi juga sampai-sampai dalam kehidupan sesudah mati dan di akhirat kelak.

    Rasulullah menziarahi kubur para sahabat.

    Rasulullah acapkali menziarahi kuburan para sahabat. Diceritakan oleh Ibnu Abbas, bahwa Nabi sering-sering ziarah ke pekuburan di Madinah, dan setiap kali ziarah, beliau mengucapkan yang artinya:
    “Keselamatan untuk kamu, hai penghuni-penghuni kubur. Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni dosa-dosa kami dan dosa-dosa kamu. Kamu adalah orang-orang yang telah mendahului kami dan kami akan mengikuti jejakmu.” (Riwayat Tirmizi).
    Dalam suatu hadist yang lain, yang diriwayatkan dari Buraidah, diterangkan ucapan dan doa yang sering dibacakan oleh Rasulullah tatkala ziarah kubur, yang artinya sebagai berikut:
    “Keselamatan untuk kamu, hai ahli kubur orang-orang Mukmin dan Muslim. Dengan kehendak Tuhan, kamipun akan menemui kamu. Kamu telah mendahului kami, dan kami akan menyusul. Kami mohonkan kepada Allah keselamatan untuk kami dan kamu.” (Riwayat Ahmad dan Muslim).
    Menurut keterangan Siti Aisyah, apabila giliran Rasulullah bermalam di rumahnya, maka biasanya di tengah malam beliau pergi menziarahi pemakaman Baqi’. Adapun Baqi’ itu adalah satu pemakaman yang letaknya masih dalam kota Madinah, tidak berapa jauh dari Masjid Nabi, dimana dikuburkan sebagian besar para sahabat.
    Ziarah kubur itu tidak tentu waktunya, dapat dilakukan pada saat-saat luang atau berbagai kesempatan. Tidak ada keistimewaan pada hari-hari tertentu, seperti menjelang tanggal 1 Ramadhan, 1 Syawal dan lain-lainnya, yang di Indonesia dijadikan orang sebagai satu tradisi, padahal tidak disyariatkan mesti pada hari-hari tersebut.
    Biasanya pada hari-hari tersebut, kuburan tak ubahnya seperti “pasar”, ramai dikunjungi oleh orang-orang yang berziarah, walaupun…mungkin sebagian besar daripadanya hanya ziarah sekali setahun. Ziarah hanya sekali setahun tidak banyak dapat menghunjamkan ke dalam hati nurani tentang kesadaran mengingat kematian.
    Pada tahun-tahun pertama sesudah Siti Khadijah wafat, Rasulullah hampir satu kali seminggu ziarah ke kuburan sang istri yang beliau cintai itu. Diterangkan oleh Nafi’, bahwa dia sendiri lebih dari 100 kali melihat Ibnu Umar ziarah ke kubur Nabi, Abu Bakar dan ayahnya sendiri (Umar bin Khattab).

    Apakah kaum wanita boleh ziarah ke kubur?
    Para ulama dan Fuqaha’ mempunyai dua pendapat. Pertama, yang berpendapat kaum wanita tidak boleh ziarah ke kubur, dan yang kedua, mengatakan boleh.
    Yang pertama mendasarkan pendapat mereka kepada satu hadist yang melarang kaum wanita turut mengiringkan jenazah ke pekuburan, dengan berbagai pertimbangan/alasan seperti bahwa umumnya kaum wanita adalah mudah terhanyut emosi dan perasaan iba, sedih, sehingga dikhawatirkan jiwa mereka tidak kuat melihat kuburan yang terhampar dan perasaan duka cita yang mendalam bisa timbul kembali dan menimbulkan histeria yang berlebihan. Sementara ratapan atau tangisan dan jeritan yang berlebihan justru akan menyengsarakan arwah almarhum yang berada di alam kubur.
    Sementara para ulama yang memperbolehkan kaum wanita untuk berziarah didasarkan atas pengertian kepada hadist Nabi yang menganjurkan untuk berziarah, bahwa ziarah itu bersifat umum, boleh dilakukan oleh kaum laki-laki maupun perempuan, sementara memang banyak hadist-hadist lainnya yang menguatkan pendapat bahwa kaum wanita boleh berziarah ke pekuburan. Beberapa di antara hadist tersebut menyatakan:
    “Dari Aisyah, dia berkata:
    Apakah yang harus aku ucapkan jika aku ziarah, ya Rasulullah? Nabi berkata: Katakanlah: Keselamatan untuk kamu hai ahli kubur orang-orang yang Mukmin.” (Riwayat Muslim).
    Nabi memberikan jawaban yang demikian adalah satu pertanda bahwa kaum wanita dibolehkan ziarah kubur. Kalau tidak, tentu Nabi akan melarang Siti Aisyah.
    Diriwayatkan lagi dari Ibnu Abi Mulaikah, bahwa pada suatu hari dia bertemu dengan Siti Aisyah, tatkala Ummul Mukminin itu kembali dari pekuburan. Mulaikah menanyakan:
    “Dari manakah Anda datang?”
    “Dari kubur saudara saya, Abdur Rahman.”
    “Apakah Rasulullah tidak melarang wanita ziarah ke kuburan?” tanya Mulaikah.
    Akhirnya, dijawab oleh Aisyah:
    “Memang betul. Rasulullah (mula-mula) melarang ziarah ke kubur, tapi kemudian disuruhnya melakukan ziarah itu.” (Riwayat Hakim dan Baihaqi).
    Berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan di atas, dapatlah disimpulkan, bahwa pendapat yang memperbolehkan kaum wanita melakukan ziarah kubur, tidak berbeda seperti laki-laki adalah lebih kuat dan dapat dijadikan pegangan dalam beramal. Sebagai penutup, kita kutip satu hadist yang mengatakan:
    “Aku tinggalkan kepada kamu dua pengajar. Yang pertama yang bisu; yang kedua yang berbicara. Adapun yang bisu ialah Al-Maut, dan yang berbicara ialah Al-Quran

  8. Kita doakan aja biar mereka kembali kejalan yg benar… ni Doa Yang Indah:
    http://caesarsoes.blogspot.com/2009/12/doa-yang-indah.html

  9. @all
    afwan..sebelum berkomentar, ada baiknya terlebih dahulu mendengarkan kajian diatas & membaca artikel yg terkait dgn postingan.

    Artikel Terkait

    1. Tragedi Pengagungan Kuburan Orang Shalih – Makam Keramat Habib Haddad Mbah Priok Dibela dengan Darah & Download Audio
    2. Larangan Beribadah Di Kuburan
    3. Budaya Pengkultusan Kuburan
  10. asalamualaikum.wr.wb.

    salam kenal.
    yayaya……. iman kita seharusnya lebih kuat untuk melawan hawa nafssu….
    kalau ada kesusahan di dunia ya mintanya sama ALLAH

  11. Menarik sekali postingnya, semoga sukses.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru hari ini berjudul : “Analisa usaha cuci sepeda motor”, serta artikel lain yang menarik, dan kalau berkenan mohon diberi komentar. Terima kasih.

  12. aduh kok kayak gini aku g paham takut salah, sebab aku tak tau jalan pikiran Tuhan..
    maaf

    • Jalan pikiran Allah memang tidak ada yang tahu. Tapi Allah sudah menjelaskan tentang hukum dan adab manusia melalui Al Quran dan As Sunnah… silahkan mas pelajari dan gali disitu…

  13. semoga aja ga menyimpang menjadi musyrik :)

  14. Assalamualaikumwrwb..
    wah wong NU ne le nulis semangat 45 banget….
    yah memang kita boleh ziarah kubur….tapi tidak boleh untuk nyari berkah dari situ…minta berkah ya kepada Alloh…,,niatnya diperbaiki dulu yaitu untuk mengingat mati dan mendoakan orang yang sudah meninggal tersebut……dan tidak menjadikan kuburan sebagai masjid(HR.Muslim),,,seperti orang banyak yang ngaji ramai2 ke kuburan tapi saat sholat jamaah…masjid kosong…malah kuburane rame….yo siap aja diazab sama Alloh kalo masih ngeyel…
    Wassalamualaikumwrwb

  1. Ping-balik: Tweets that mention Download Audio: Mengapa Mereka Menyembah Kuburan? [Ust. Kholid, Ust. Badrusalam & Ust.Abdul Hakim] « AlQiyamah|Moslem Weblog -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: