Download Audio: “Menyoal Aqidah QADHA & QADAR Hizbut Tahrir Vs Ahlus Sunnah wal Jama’ah” [Dialog Mantan HT & Hizbut Tahrir]

QADHA & QADAR Hizbut Tahrir Vs Ahlus Sunnah

Termasuk salah satu kekeliruan Hizb dalam perkara aqidah adalah pemahaman atas Qadha dan Qadar, dan hal ini meskipun telah banyak dibahas oleh banyak pihak namun kiranya masih ada yang menginginkan untuk dibahasnya masalah ini di blog yang mubarokah ini, insyaAllah.
Sekaligus untuk menjawab keinginan dari beberapa pihak yang meminta Tim KomaHT melakukan diskusi copy darat dengan aktivis HT maka berikut ini kami sajikan bahasan Qadha dan Qadar ini dalam bentuk file audio (.mp3) rekaman diskusi antara salah satu kontributor kami dengan seorang aktivis HTI (al akh Roni) yang sampai saat terakhir kami berdiskusi beliau masih aktif di Hizbut Tahrir Indonesia.

Dan kami mohon maaf apabila hasil audio rekaman kurang bersih mengingat diskusi dilakukan oleh salah satu kontributor kami langsung di sebuah masjid selepas sholat Isya’ berjama’ah saat masih banyak kaum muslimin bercengkerama disana.

Satu hal yang ingin ditunjukkan bahwa diskusi tidaklah membuat pertikaian atau saling laknat (mubahalah) bahkan kontributor kami berhasil menjauhi debat kusir, sehingga kekhawatiran kaum muslimin bahwa aktifitas Tim Koma-HT hanya akan membuat ummat kafir senang hal itu tidak benar, bahkan justru kami berhasil menunjukkan betapa Islam mampu membangun sebuah diskusi dan debat ilmiyah antar pemeluk dengan damai, tidak seperti agama lain yang terkadang melarang berfikir dan berdiskusi ilmiyah disisi lain terkadang justru saling hantam dengan kekerasan antar sekte satu dan sekte lain, dan ini kita jumpai pada agama diluar Islam, adapun Islam mengajarkan diskusi Ilmiyah dalam pencarian kebenaran tanpa kekerasan maupun pertengkaran, walhamdulillah.

Dari hasil diskusi tersebut kesimpulan yang diambil adalah :

1. Pemahaman Hizbut Tahrir atas Qadha dan Qadar berbeda dengan Ijma’ Ahlus Sunnah, dalam hal ini HT menganggap Ijma’ Ahlus sunnah keliru.
2. Menurut HT kehidupan manusia terbagi dua : Pertama, Hal-hal yang telah ditentukan Allah, yaitu yang terjadi pada manusia tanpa disengaja, misal kecelakaan. Kedua, Hal-hal yang tidak ditentukan Allah dan murni manusia sendiri yang menciptakan terjadi tidaknya hal tersebut, misal manusia tidak ditentukan masuk surga atau neraka akan tetapi manusia sendiri yang menentukan ia akan menjadi ahli surga atau neraka dengan melakukan amalan sholih atau maksiyat, sehingga amal sholih dan maksiyat manusia yang menentukan manusia masuk surga dan neraka adalah murni manusia sendiri yang menciptakan terjadinya sedangkan Allah tidak menentukannya.

Berikut link download file diskusi tersebut :

  1. Menyoal Aqidah QADHA & QADAR Hizbut Tahrir Vs Ahlus Sunnah wal Jama’ah.mp3

Semoga menjadi nasihat berharga untuk kita semua.
Barakallahufikum.

Sumber: http://mantanht.wordpress.com

Iklan

Posted on Agustus 9, 2010, in Audio Kajian and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 11 Komentar.

  1. didik setiyo wibowo

    jazakallah khoir, numpang download ya..

  2. jazakallahukhoiron, ana ijin download

  3. Mohon izin download untuk bahan ta’lim dan kajian di tempat kami di Lampung

  4. ana pernah masuk HTI, dan lumayan sedikit tahu krn pernah beberapa kali ikut liqo nya dari yang pernah ana terima begini, jadi qodho ntu sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan krn qodho itu ketetapan Allah cth api , air es dll, dan qodar itu bisa kita tentukan / kendalikan cth2 nya kayak pilihan ingin menjadi apa/berbuat apa, kira2 begitu… .. jazakallah khoir

  5. sUNGGuH JiKa mEmaNg dEmikIan KeyaKInaN HT, beNarLah mEReka buKan GoLONgan yang MemAHAmi AQiDAh QADha DAn Qadhar SeSUAI PEMahAMAN PAra ShaHAbAT dAN ulaMA2 RobBani. PelAJARIlAh Aqidah YanG MURni inI, SunGGuh TiDak AdA KEbaikan KecuaLI bErsama PaRa ShahabaT dan CukupLah KejelEkan TatKAla MEninGGalKan MErEka

  6. Atas dasar penasaran sy, setelah mendengarkan hasil dialog ini, menurut saya tidak ada perbedaan pandangan untuk permasalahan qadha & qadar, antara ahlussunnah maupun HT. Point penting dari kedua pandangan ini adalah -dalam hal qadar khususnya- ketika seorang hamba melakukan perbuatan/tindakan, harus dipisahkan antara sifat kemahatahuan Allah dengan diberikannya manusia kemampuan untuk memilih akan melakukan atau tidak suatu tindakan. Dan yang akan Allah Hisab adalah pilihan tindakan seorang hamba tersebut. Inilah hal yang terpenting bagi seorang hamba. Karena pada dasarnya HT pun mengakui bahwa apapun tindakan yang dipilih oleh seorang hamba nantinya, Allah telah mengetahuinya… karena sifat kematahuan Allah tersebut.

    Jadi, kesimpulan yang saya tarik dari pemahaman kedua ide ini adalah Ide HT hanyalah lebih memperjelas/memperdalam permasalahan qadha & qadar ini, sehingga kita memahami bahwa hasil hisab Allah nantinya adalah murni hasil pilihan hidupnya, apakah itu jalan yang benar atau salah. Meskipun sebelumnya, Allah telah mengetahui tindakan yang mana yang akan dia pilih. Itulah sifat khusus dari kemahatahuan Allah. Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: