Berapa Banyak Maksiat Telah Aku Perbuat, Namun Engkau Tak Kunjung Menimpakan Sanksi Padaku?!

Sebahagian rahib Bani Israel berkata, “Hai Rabb, betapa banyak aku telah bermaksiat padaMu, namun Engkau tidak juga menghukumku. Maka dikatakan kepadanya: “Betapa sebenarnya Allah telah banyak memberikan hukuman kepadamu, akan tetapi engkau tidak juga menyadari. Sesungguhnya balasan keburukan adalah keburukan yang serupa! Hal itu sebagaimana yang dikatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam bukunya ‘al Hasanah wa as Sayyiah

Ibnu Jauzi rahimahullah berkata: “Ketahuilah, musibah terbesar adalah merasa aman setelah melakukan dosa. Padahal sangsi itu tidak diturunkan secara langsung. Dan siksa terbesar bagi seseorang adalah jika ia tidak dapat menyadari dosa-dosanya, tercerabutnya nilai-nilai agama darinya, kerasnya hati, dan salah memilih amal untuk kepentingan jiwanya. Dan buah hati dari itu semua adalah sehat jasmani dan cita-citanya tercapai., akan tetapi hatinya keras dan sakit.

Sebagai contoh, sebagian orang tidak mendapat taufik sehingga tidak menjalankan shalat shubuh dalam rentang waktu yang lama. Atau ia teledor dalam mentaati kedua orang tuanya, sehingga engkau mendapatinya sebagai orang yang paling durhaka kepada keduanya. Atau engkau melihatnya senantiasa berbuat maksiat atau bahkan telah akrab dengannya, akan tetapi ia tidak juga merasa sakit dan atau terluka parah karena dosa-dosa itu.” [Lihat buku ‘Wahatul Imah’ karya Abdul Hamid al-Bilal]

Fenomena demikian benar adanya dan terjadi disekitar kita…Demi Allah, itu merupakan musibah, jika benar-benar terjadi pada diri seorang hamba. Secara fisik, ia sehat dan bahkan dunia datang kepadanya dengan segala keindahan dan kenikmatannya. Lalu ia tertipu dan terlena olehnya..yang implikasinya, ia berlebihan dalam ingkar kepada Allah sehingga lahirlah musibah besar itu. Yakni matinya hati sepenuhnya, bukan hanya keras, kasar dan gersang saja akan tetapi betul-betul mati. Ia tidak juga segera menyadari luka yang telah kronis, lumuran dosa dan kotoran maksiatnya. Ia seperti mayit yang tak dapat merasakan apapun.

Seorang penyair berkata:

Bagi orang yang hina, kesalahan-kesalahan itu biasa

Sebagaimana mayit tidak merasa sakit jika terluka

Sumber: “Kiat Melembutkan Hati & Menangis  Karena ALLAH”, Hal.33-34, Pustaka at-Tibyan

Iklan

Posted on September 17, 2010, in Nasehat ; Tazkiyatun Nafs and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Alhamdulillah saya bersyukur dapat mendengar MP3 yang pernah kami beli dari…bengkulu, yang saya dapatkan dari alamt kaset(saya lupa namanya) saya telah mengkoleksi 45 keping VSD dan insyaallah saya masih membutuhkan VSD yang lain; saya senang mendengar ceramah-ceramah ustad Armen Halin naro dan ustad maududi; seusia saya yang 53 tahun ini sudah lemah membaca, jadi harus memanfaatkan telinga saya; Apalagi saya membaca biografi Ustad halim Naro beliau pernah di Pesantren bantul; saya kebetulan mantan santri K.Ali Maksum Kerapyak, saya sangat senang dengan ilmu pengetahuan, dan banyak sekali saya peroleh ilmu melalui MP 3 tsb dan tulisan-tulisan ustad di Web ini; Sekiranya saya diperkenankan, blog saya bisa Link Ke Web ini supaya saya tidak repot-repot mencarinya; saya sementara ini bekerja di Pengadilan Agama Merauke dan saya hanya menunggu mutasi ke….(blm tahu) setelah mutasi nanti insyaallah saya akan pesan kembali VCD yang memuat ceramah-ceramahnya ustad. Syukran

  2. Trik & Trik: Yuks Kita Bikin Tema Sendiri Secara Online: “Cara bikin tema sendiri ternyata sangatlah mudah dengan situs penyedia tema yaitu ownskin.kita tinggal ketik alamat m.ownskin.com di browser…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: