Jejak-Jejak Amal..

Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu ‘Anhu berkata “Banu Salamah mengadukan kepada Rasulullah jauhnya tempat tinggal mereka dari masjid. Maka Allah menurunkan ayat :

“Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan”. (QS. Yaasin: 12).

Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu berkata “Ada tanah kosong di sekitar masjid. Lalu Banu Salamah ingin pindah dekat masjid. Sampailah berita itu kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Salam, beliau berkata kepada mereka “Telah sampai padaku bahwa kalian ingin pindah dekat masjid?”

Mereka menjawab “Ya, wahai Rasulullah, kami memang menghendakinya.”

Nabi bersabda : “Hai Banu Salamah, tanah-tanah kalian mencatat jejak langkah kalian! Tanah-tanah kalian mencatat jejak langkah kalian!”

Artinya di sini, langkah menuju masjid dalam amalan kebaikan akan dicatat, begitu pula langkah pulang dari masjid. Ketika seseorang menuntut ilmu, harus menaiki kendaraan karena sangat jauhnya tempat pengajian, maka putaran roda pun akan dicatat sebagai kebaikan karena ini adalah bekas amalan kebaikan yang ia lakukan. Begitu pula ketika seseorang harus mengeluarkan biaya untuk menuntut ilmu dari para guru (masyaikh) di luar negeri, maka setiap usaha menuju ke sana yang ia lakukan, itu pun akan dicatat. Begitu pula rasa capek dalam kebaikan, itu pun akan dicatat. Sungguh Maha Besar karunia Allah. Namun kita sendiri yang sebenarnya tidak menyadari hal ini.

 

Begitu pula bekas langkah dalam melakukan kemaksiatan pun akan dicatat. Ketika ia mengendarai mobil untuk menuju tempat zina dan berdua dengan kekasih yang belum halal baginya, langkah menuju tempat maksiat tersebut akan dicatat. Dengan mengetahui hal ini, sudah seharusnya kita pun tidak bertekad melakukan maksiat dan dosa.

Rabb kita adalah Rabb yang Maha Bijaksana dan Maha Adil, sedikitpun tidak menzhalimi hamba-Nya, dan Dia tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Dan tidak ada satupun yang tersembunyi dari-Nya. Di sisi-Nya tersimpan kunci-kunci perbendaharaan ghaib, tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Dia-lah yang maha Mengetahui apa yang ada di darat dan di lautan. Tidaklah gugur sehelai daun melainkan Dia mengetahuinya. Dan tidak pula biji yang berada di kegelapan bumi, tidak pula yang kering dan yang basah kecuali semuanya telah tercatat di kitab yang nyata. Tidak terjadi satupun perkara yang kecil maupun yang besar kecuali Dia akan menghitungnya. Maha Suci Allah, ilah yang Maha Agung dan Rabb yang Maha Penyayang.

Qatadah dan Umar bin Abdil Aziz berkata : “Kalaulah ada satu perkara yang luput atas Allah, maka tentu akan luputlah jejak tapak kaki Bani Adam yang terhapus oleh angin. Lalu bagaimana pula dengan orang yang meninggalkan jejak  yang besar da mencontohkan sunah yang banyak. Tentunya derajat akan dinaikkan dan sebutannya akan ditinggikan.”

Seorang yang berakal hendaknya tidak mengecilkan satupun dari amal-amal shalih, menjaga dan rutin mengerjakannya. Hingga ayunan langkah kakinya menuntut ilmu ke sekolah dan madrasah atau tempat lainnya. Apabila seorang hamba mengharapkan pahala, niscaya Allah akan melindunginya. Demikian pula langkah menuju shalat jama’ah dan shalat Jum’at.

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu berkata tentang firman Allah : “Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan” : yaitu apa yang mereka kerjakan berupa amalan yang baik maupun yang buruk yang diamalkan orang sepeninggalnya.

Hadits Jarir bin Abdillah sangtalah masyhur dalam shalih Muslim :

“Barangsiapa mencontoh perbuatan baik dalam Islam, maka baginya pahala dan pahala orang yang mengamalkannya sesudahnya. Demikian pula barang siapa mencontohkan perbuatan buruk, maka atasnya dosa dan dosa oang yang melakukannya sesudahnya.” Artinya jika kebaikan kita diikuti oleh orang lain, maka kita pun akan mendapatkan pahala. Begitu pula jika kejelekan yang kita lakukan diikuti oleh orang lain, maka kita pun akan mendapatkan dosa. Maha Suci Allah yang telah mencatat dan menghitung seluruhnya. Allah berfirman :

“Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya.” (QS. Al-Mujaadilah: 6.).

Seseorang yang mati, terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah yang ditinggalkannya atau ilmu seperti tulisan atau sejenisnya, atau anak shalih yang dididik dan dibimbingnya lalu berdoa baginya dan memohon ampunan untuknya.

Allah menyimpan seluruh amal perbuatan merekam yang baik maupun yang buruk.

Ya Allah teguhkanlah kami di atas iman dan amal shalih, hidupkan kami dengan kehidupan yang baik dan sertakan diri kami bersama golongan orang-orang yang shalih.

 

Dikutip dari buku “Catatan Harian Mukmin Sejati

Penulis “Abdul Ilahbin Sulaiman Ath-Thayyar

Penerbit: An-Naba Solo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dikutip dari buku “Catatan Harian Mukmin Sejati

Penulis “Abdul Ilahbin Sulaiman Ath-Thayyar

Penerbit: An-Naba Solo

Iklan

Posted on Oktober 11, 2010, in Nasehat ; Tazkiyatun Nafs and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: