Adab Al-Udhhiyyah (Berkurban)

Oleh : Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi as Sayyid Nada

Penyembelihan kurban merupakan syi’ar Islam yang nyata serta perkara yang sangat ditekankan dan dianjurkan pelaksanaannya. Diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau menyembelih binatang kurban pada pagi hari ‘Iedul Adh-ha. Hendaknya orang yang ingin menyembelih kurban mengetahui adab-adab yang berkaitan dengannya, diantaranya:

1. Ikhlas Karena Allah

Hendaknya ia meniatkan penyembelihannya itu untuk menampakkan syi’ar-syi’ar Islam, mensyukuri nikmat Allah, dan mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Janganlah meniatkannya untuk riya’ ataupun sum’ah.

2. Orang yang Hendak Menyembelih Kurban Jangan Mengambil Sesuatu dari Rambut ataupun Bagian Tubuhnya

Dilarang mengambil sesuatu dari rambut atau bagian tubuh kurban lainnya, mulai dari awal bulan Dzulhijjah hingga ia selesai menyembelih binantang kurban. Ketika itu orang yang hendak menyembelih tidak boleh mengambil sesuatu pun dari rambut ataupun bulu badannya. Tidak boleh juga mengambil bagian-bagian tubuhnya seperti memotong kuku dan lain sebagainya. Sebab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Jika telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian hendak menyembelih binantang kurban, maka janganlah ia memotong sedikit pun rambut atau kulitnya.” [HR.Muslim 1977 dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha]

Demikian juga tidak boleh memotong sesuatu yang lebih dari kulitnya, kecuali jika menyebabkan sakit atau kuku yang patah maka tidak mengapa.

3. Tidak Memilih Binatang yang Memiliki Cacat yang Nyata

Yaitu, yang dikabarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya itu tidak sah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Empat jenis binatang yang tidak boleh dijadikan hewan sembelihan: hewan yang buta dan jelas kebutaannya, yang sakit dan jelas sakitnya, yang pincang dan jelas pincangnya, serta yang kurus dan tidak ada sumsumnya.[HR.Malik (II/482), Ahmad (IV/284), Abu Dawud (28020), an Nasa-I (II/203), serta at Tirmidzi (1497) dan dia berkata,”Hasan shahih” Diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah (3144), Ibnu Hibban (VII/565:556), ad Darimi (II/72), al Hakim (IV/223) dan dia menshahihkannya, al Baihaqi (IX/274) dari al Barra’. Lihat Shahiihul Jaami’ (886)

4. Memilih Hewan Kurban yang Bagus

Hendaknya seorang Muslim memilih hewan kurban yang gemuk dan baik, tidak memiliki cacat seperti (hadits) di atas. Hendaklah pula seseorang memilih hewan yang terbagus untuk dipersembahkan kepada Rabbnya ‘azza wa jalla. Inilah petunjuk dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana akan disebutkan nanti.

5. Menyembelih Hewan Kurban dengan Tangannya Sendiri

Jika seseorang mampu, tidaklah mengapa menyembelih kurban dengan tangannya sendiri. Hal itu lebih afhdal berdasarkan contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Disebutkan dalam sebuah hadits:

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyembelih dua ekor kambing kibasy yang gemuk dan bertanduk dengan kedua tangannya. Beliau membaca basmalah, bertakbir, dan meletakkan kaki di atas leher kedua hewan tersebut.” [HR.al Bukhari (5558) dan Muslim (1966) dari Anas radhiyallahu ‘anhu.

Nanum jika tidak sanggup, ia boleh menyerahkan penyembelihannya kepada orang lain.

6. Barangsiapa Menyembelih Sebelum Shalat ‘Ied, Hendaklah Ia Mengulanginya

Sebab, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mensunnahkan penyembelihan setelah shalat ‘Ied. Oleh karena itu, barangsiapa menyembelih sebelum shalat ‘Ied, maka itu adalah daging yang ia sembelih untuk keluarganya, tidak termasuk kurban. Ia harus mengulang penyembelihannya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

Barangsiapa menyembelih sebelum shalat ‘ied, maka ia menyembelih untuk dirinya sendiri dan barangsiapa menyembelih setelah shalat ‘Ied, maka telah sempurna penyembelihannya dan sesuai dengan sunnah kaum Muslimin.” [HR.al Bukhari (951, 995, 965, 968, 9676,…) dan Muslim (1961) dari al Barra’

7. Menyempurnakan Adab Penyembelihan

Contoh menyempurnakan adab penyembelihan adalah jika ia menyembelih unta, hendaklah ia menusuk bagian bawah lehernya dalam keadaan kaki kiri depan terikat. Demikian pula jika ia menyembelih sapi atau kambing, hendaklah ia menelentangkan sembelihan pada sisi kiri, menajamkan pisau, membaca basmalah dan takbir, tidak menampakkan pisau di hadapan hewan sembelihan, tidak menyembelih di hadapan hewan sembelihan yang lain, dan adab-adab lain yang akan disebutkan secara terperinci pada pasal Adab adz Dzabhi (penyembelihan). Silahkan merujuk pada tempatnya dalam buku ini. (tambahan: lihat penjelasan “adab adz Dzabhi (Penyembelihan)” di kategori adab & akhlak dalam blog ini)

Inilah yang dimudahkan Allah Ta’ala bagiku dari adab-adab penyembelihan kurban, yang jumlahnya ada tujuh adab. Walhamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin.

Sumber:

Diketik ulang dari buku “Ensiklopedi Adab Islam Menurut al Qur’an dan as Sunnah – Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi as Sayyid Nada”, Pustaka Imam asy Syafi’i Hal.99-101.

Dipublikasikan kembali oleh: https://alqiyamah.wordpress.com

Iklan

Posted on November 9, 2010, in Adab & Akhlak, Haji ; Ied Adha and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: