Riya’ (Pamer)

Cara Mengenali Riya’

Zaid bin Aslam pernah berbicara tentang riya’ dan berkata: “Apa yang berasal dari jiwa anda dan jiwa anda rela menerimanya untuk dirinya, maka itu benar-benar dari jiwa anda. Maka pertahankanlah! Dan apa-apa yang berasal dari jiwa anda, namun jiwa anda tidak menyukainya, maka itu sesungguhnya berasal dari setan. Maka mohonlah perlindungan kepada Allah.” [Hilyatul Auliya 3/221]

Abdullah bin Mubarok berkata, “Jika ada dua orang yang berteman di perjalanan, lalu salah satunya ingin mengerjakan shalat dua rakaat namun ia mengurungkannya karena temannya, maka itu adalah riya’. Dan jika ia melaksanakan karena temannya, maka itu adalah syirik.” [Hilyatul Auliya 8/171]

Membuat Kesal Setan

Khaistamah meriwayatkan bahwa al harits bin Qais berkata, “Jika anda didatangi setan ketika anda sedang shalat lalu ia berkata, “Kamu riya’, maka makin perpanjanglah shalatmu.” [[Hilyatul Auliya 4/132]

Samarnya Riya’

al Juanid mendengar as-Sirri berkata, “Selama 30 tahun aku memiliki penyakit yanbg tidak kuketahui. Kami adalah kelompok yang selalu berangkat pagi-pagi menuju shalat Jum’at. Kami memiliki beberapa tempat yang sudah identik dengan kami, karena kami nyaris tidak pernah meninggalkannya. Suatu ketika salah satu tetangga kami meninggal dunia pada hari Jum’at, lalu aku ingin melayat jenazahnya. Kemudian melayatnya dan aku pun terlambat dari waktuku untuk shalat Jum’at. Dan ketika mendekati masjid jiwaku berkata kepadaku, “Sekarang mereka melihatmu ketika engkau terlambat dari waktumu.” Hal itu membuatku tertekan, lalu aku berkata kepada jiwaku, “Menurutku engkau telah berbuat riya’ semenjak 30 tahun silam dan aku tidak tahu.” [Hilyatul Auliya 10/125]

Takut Riya’

Abduh bin Lubabah berkata, “Sesungguhnya orang yang paling dekat dengan riya’ adalah orang yang merasa aman terhadapnya.” [[Hilyatul Auliya 6/113]

Pengaruh Riya’

ar Rabi’ bin Khutsaim berkata, “Semua yang tidak dimaksudkan untuk mencari ridha Allah ‘Azza wa Jalla pasti akan lenyap.” [Hilyatul Auliya 2/10]

Bahaya Menuduh Orang Lain Berbuat Riya’

Makhlul berkata, “Aku pernah melihat seseorang mengerjakan shalat. Setiap kali ruku’ dan sujud, ia selalu menangis. Lalu aku menuduhnya berbuat riya’ dengan tangisannya itu. Kemudian aku tidak bisa menangis selama setahun.” [Hilyatul Auliya 5/184]

Dikutip dari buku “1000 Hikmah Ulama Salaf – Syaikh Shalih bin Abdul Aziz al-Muhaimid” yang merupakan intisari dari Kitab Monumental Hilyatul Auliya’ [Hiasan Para Wali] Karya al Imam Abu Nu’aim al-Ashfahani [336H – 430H] – Pustaka Elba Hal.465-467

Iklan

Posted on Desember 29, 2010, in Syair ; Puisi ; Kalam Hikmah and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: