Celaan AHLUL BAIT Kepada SYIAH

https://i2.wp.com/newsimg.bbc.co.uk/media/images/39959000/gif/_39959208_iraq_najaf_kufa_map203.gifPenulis at-Tuhfah al-Itsnai Asy’ariyah berkata, “Allamah Syiah pada zaman ini, Syaikh Hibatuddin asy-Syahrastani, menukil apa yang diriwayatkan oleh al-Jahidz dari Khuzaimah al-Asadi, yang berkata, Aku masuk ke Kufah bersamaan dengan berangkatnya al-Husain bin Ali bersama kelaurganya, dari Karbala kepada Ubaidullah bin Ziyad. Aku melihat wanita-wanita Kufah pada saat itu sedang berdiri meratap dengan merobek-robek leher baju, aku mendengar Ali bin al-Husain berkata dengan suara lemah, “Wahai orang-orang Kufah, kalian menangisi kami padahal kalianlah yang membunuh kami.”

Aku melihat Zainab binti Ali, aku tidak melihat wanita yang lebih jelas pembicaraan daripadanya, dia berkata:

“Wahai orang-orang Kufah, wahai para pengkhianat dan para pengecut, kubur tidak tertutup, tanah yang landai tidak tenang, kalian hanyalah seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai-berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu.

Ketahuilah yang ada pada kalian hanyalah kebencian dan kesialan, tabiat darah dan tipu daya musuh.

Kalian tidak lain kecuali seperti rumput hijau di atas kotoran atau perak di atas wanita di liang lahat.

Begitu buruk apa yang kalian lakukan, Allah memurkai kalian dan kalian akan kekal di dalam azab. Apakah kalian menangis? Demi Allah menangislah, demi Allah kalian pantas menangis, banyaklah menangis dan sedikitkan tertawa, kalian berhasil meraih aib dan keburukannya, kalian tidak akan menghilangnya dengan mencuci setelahnya selama-lamanya.”

Sumber: Disalin dari buku bagus “Meluruskan Sejarah Menguak Tabir Fitnah”,  al Imam al-Qadhi Abu Bakar Ibnul Arabi, Tahqiq dan Ta’liq: al Allamah Muhibbuddin al-Khatib, Takrijh: Prof.Dr.Mahmud al-Istambuli, Dikaji Ulang: al Maktab as-Salafi dibawah arahan: Dr.Muhammad Jamil Ghazi, Penerbit Sahifa, Hal.339-340, Cet.2. Judul asli: al-Awashim min al-Qawahim, fi Tahqiq Mawaqif ash-Shahabah Ba’da wafat an-Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Posted on Juli 14, 2011, in Syiah Rafidhah and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: