Hukum Perantara [Makelar] Pegawai

https://i1.wp.com/www.panturanews.com/upload/makelar_jbtantan.jpgPertanyaan:

Benarkah hukum perantara adalah haram? Misalnya saya ingin menjadi pegawai sekolah atau yang lainnya, kemudian saya menggunakan perantara. Apa hukum perbuatan saya tersebut?

Jawab:

Jika perantara yang menolong Anda dalam mendapatkan pekerjaan menyebabkan tertahannya orang yang lebih berhak dari sisi keilmuannya, kemampuan dalam mengemban tugas, dan ketelitian dalam menunaikan pekerjaan, maka hukumnya haram. Sebab, perbuatan itu termasuk menzhalimi orang yang lebih berhak menerimanya dan lebih berhak menguasai permasalahannya. Dengan adanya penghalangan tersebut maka bisa berdampak  terhalanginya pekerjaan yang optimal, memperoleh manfaat dalam kehidupan. Dengan penghalangan itu juga bisa menimbulkan permusuhan di antara masyarakat, tidak sempurnanya pekerjaan, dan keadaan yang tidak baik. Begitu juga, hal itu akan melahirkan kedengkian dan prasangka yang buruk serta kerusakan umat.

Namun, jika perantara tersebut tidak menyebabkan hilangnya atau berkurangnya hak orang lain, maka hukumnya boleh. Bahkan, dianjurkan oleh syari’at dan insya Allah akan mendapatkan pahala. Hal ini berdasarkan sabda Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

“Berilah pertolongan, niscaya kalian akan mendapatkan pahala. Allah akan memberikan sesuatu sesuai dengan yang diucapkan oleh Rasul-Nya dan seusai dengan kehendak-Nya.” [Hadits Shahih, Shahihul Jami’ no.1007]

Sekolah-sekolah, ma’had-ma’had, dan kampus-kampus merupakan sarana umum bagi masyarakat. Di dalamnya mereka bisa belajar sesuatu yang bermanfatt bagi dunia dan agama mereka. Untuk itu, tidak diperbolehkan mengkhususkan siapapun dari yang lainnya, kecuali dengan persaingan yang sehat tanpa ada penolong di antara mereka. Jika sang peranara mengetahui bahwasanya pertolongan yang akan ia berikan bisa menghalangi orang yang lebih berhak, baik dari segi keahlian, umur, yang lebih awal datangnya, maupun yang lainnya, maka hukumnya adalah tidak boleh. Karena, hal itu termasuk tindakan zhalim terhadap orang yang terhalang tersebut dan selanjutkan akan merugikan pihak sekolahan. Ia akan bersusah payah untuk kesenangan orang lain yang memunculkan kedengkian dan kerusakan secara menyeluruh. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah atas Nabi kita, Muhammad, keluarga dan para sahabat beliau.

Sumber: Disalin ulang dari buku “Halal Haram Dalam Bisnis Kontemporer”, Dr. Sa’id Abdul Azhim, Penerbit al Qowam, Hal.226-227

Iklan

Posted on Agustus 6, 2011, in Islam & Ekonomi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: