Kiat-Kiat Meninggalkan Lagu & Musik – Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas

https://i0.wp.com/media2.id.88db.com/DB88UploadFiles/2008/03/11/2B45B82F-52E4-44B6-98EE-A97B074D2F41.jpgAda beberapa kiat agar kita dapat meninggalkan kebiasaan mendengarkan lagu dan musik, diantara kiat tersebut adalah:

1. Bertaubat kepada Allah dengan taubat yang ikhlas, jujur dan benar.

2. Berdoa kepada Allah agar diberikan taufik dan kemudahan untuk meninggalkan lagu dan musik.

3. Menjauhkan diri untuk tidak mendengarkan lagu dan musik, baik yang dimainkan di radio, televisi maupun dari selain keduanya, terlebih lagi lagu-lagu yang cabul dan diiringi musik.

4. Dalam Islam tidak ada istilah hobi kepada sesuatu yang mengandung dosa dan maksiat. Hobi harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan syari’at dan tidak boleh melanggar syariat.

5. Lawan terbesar dari lagu dan musik adalah dzikrullah (berdzikir kepada Allah). Membaca al-Qur’an terutama membaca surat al-Baqarah, berdasarkan sabda Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

“Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan surat al-Baqarah di dalamnya.” [Shahih: HR.Muslim no.780 dari Shahabat Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu-].

6. Membaca Sirah Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan kepribadian beliau serta membaca kisah-kisah para Shahabat -radhiyallahu ‘anhum-.

7. Ingatlah bahwa bernyanyi dan main musik tidak ada manfaatnya begitu pula mendengarkannya. Semua itu adalah perbuatan sia-sia. Sifat orang yang beriman adalah meninggalkan hal yang sia-sia.

8. Berteman dengan orang-orang yang shalih.

Sebab, teman yang shalih akan senantiasa mengajak kepada ketaatan kepada Allah Ta’ala dan melarang dari berbuat maksiat kepada Allah Ta’ala. Selain itu, agama seseorang tergantung dari agama sahabat karibnya, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

“Seseorang itu tergantung pada agama teman karibnya. Maka hendaklah seorang dari kalian memperhatikan dengan siapa itu bersahabat karib.” [Hasan: HR.Ahmad (II/303; 334), Abu Dawud (no.4833), dan at-Tirmidzi (no.2378)

Sumber: Disalin dari buku Hukum Lagu, Musik, dan Nasyid Menurut Syariat Islam, Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas –hafizhahullah-, Pustaka at Taqwa, Hal.111-113

Posted on Agustus 9, 2011, in Nasehat ; Tazkiyatun Nafs and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. asalamualaikum…
    Sy afid’s usia sy 20 th’ pa ustadz sy ingin meninggalkan musik yg sudah mendarah daging, klo mendngarkan musik sprti memberik jiwa dan semangat baru yg berapi2 apalagi kalau musik yg benar2 disukai jiwa-raga ini tidak bisa menahannya. Pa ustadz

    • Semoga engkau dapat meninggalkan musik secara total, Saudaraku. Pikirkan saja hadits-hadits yang telah jelas mengharamkannya. Nah, bayangkan hadits itu bersamaan dengan larangan/pengharaman terhadap miras/khamr, judi/togel, atau larangan berbohong. Jika seandainya Anda bisa menjauhi total miras, judi, dan berbohong, maka mengapa harus didiskriminasikan musik? Nah, maka insya Allah akan makin jelas dan mantap haramnya musik di hatimu. Semoga Allah menolongmu.

  2. Izin copy ya akhi, kebetulan di blog ane ada beberapa artikel mengenai masalah ini juga. termasuk ebook Noktah – noktah hitam senandung setan & polemik seputar lagu dan musik. dua kitab karya ulama besar yang menerangkan masalah ini.

  3. السلا م عليكم
    كيف حلكم

  4. apakah musik2 seperti nasid,n kosidahan haram juga?????

  1. Ping-balik: Kiat-Kiat Meninggalkan Lagu Dan Musik.. | "Bisa Karena Terbiasa"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: