Category Archives: Tabi’in;Tabi’ut Tabi’in; Etc

Tahukah Anda Siapakah Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani?

Siapakah Abdul Qadir Al-Jailani?

Tahukah anda siapa itu Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani?
Ya, semua orang tahu siapa itu Abdul Qadir Jailani. Mulai dari anak-anak kecil sampai orang-orang tua pun tahu tentang Abdul Qadir Jailani, sampai para tukang becak pun tahu akan siapa tokoh ini. Sampai-sampai jika ada orang yang bernama Abdul Qadir, maka orang akan mudah menghafal namanya disebabkan namanya ada kesamaan dengan nama Abdul Qadir Jailani. Yang jelas, selama orangnya muslim, pasti tahu siapa itu Abdul Qadir Jailany. Ya minimal namanya. Read the rest of this entry

Biografi: Musa bin Nushair -radhiyallahu’anhu-

Musa bin Nushair -radhiyallahu’anhu- (Penakluk Maghrib & Andalusia)

Penulis: Abu Hudzaifah Al-Atsary As-Salafy, Lc.

Dialah Musa bin Nushair yang lahir tahun 19 Hijriyah seorang panglima yang disegani, ahli siasat dan lelaki yang bertekad bulat. Beliaulah yang memimpin armada laut kaum muslimin di zaman Mu’awiyah tahun 27 hijriyah untuk menaklukkan Cyprus, dan setelah berhasil menguasainya, beliau membangun berbagai benteng pertahanan di dalamnya.

Al Baghawi menceritakan bahwa Musa menjabat sebagai wali (gubernur) wilayah Afrika pada tahun 79 H, dan berhasil menaklukkan kota-kota dan daerah yang sangat banyak di sana. Beliau juga lah yang berhasil menaklukkan negeri Andalusia, sebuah negeri di wilayah Spanyol yang memiliki banyak kota, desa dan perkebunan. Seiring dengan masuknya Andalusia ke pangkuan Islam, beliau menawan sejumlah besar musuh, dan mendapat ghanimah yang tak terhitung banyaknya, dari emas dan permata yang tak ternilai. Read the rest of this entry

Imam an Nawawi Rahimahullah

B eliau adalah Al-Imam, Al-Hafizh, Syaikhul Islam, Muhyiddin, Yahya bin Syaraf bin Murry bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jum’ah bin Hizam An-Nawawi . Beliau disebut juga sebagai Abu Zakariya, padahal ia tidak mempunyai anak yang bernama Zakariya. Sebab, ia belum sempat menikah. Ia termasuk salah seorang ulama yang membujang hingga akhir hayatnya. Dan mendapatkan gelar “Muhyiddin” (orang yang menghidupkan agama), padahal ia tidak menyukai gelar ini. Dan ia memang pernah mengemukakan: “Aku tidak perbolehkan orang memberikan gelar “Muhyiddin” kepadaku.” Beliau lahir pada pertengahan bulan Muharram, atau pada sepuluh pertama bulan Muharram (ada yang berpendapat demikian) pada tahun 631 H. di kota Nawa, sebuah daerah di bumi Hauran, Damaskus.

Pertumbuhan dan Proses Belajarnya
Beliau diasuh dan dididik atau dibina oleh ayahnya dengan gigih, sang ayah menyuruhnya untuk menuntut ilmu sejak kecil. Hingga ia telah berhasil menghafal al-Qur-an ketika mendekati usia baligh. Beliau menghafalkan Al-Qur’an tersebut di kotanya (Nawa) yang lingkungannya tidak kondusif untuk belajar.
Setelah melihat lingkungan di Nawa yang tidak kondusif tersebut, ayahnya membawa ia pergi ke Damaskus pada tahun 649 H. Pada saat itu, usianya telah menginjak sembilan belas tahun. Dan akhirnya ia tinggal di sebuah Lembaga Pendidikan Rawahiyah. Di sana ia memulai perjalanannya menuntut ilmu. Ia tidak pernah berhenti menuntut ilmu. Ia rajin dan memberikan seluruh waktunya untuk menuntut ilmu sehingga ilmupun memberikan kepadanya sebagian darinya. Read the rest of this entry

Imam al Baihaqi Rahimahullah

Beliau adalah al-Imam al-Hafidz Abu Bakar Muhammad bin al-Husain bin Ali bin Musa al-Khusrujardi al-Baihaqi. Lahir pada tahun 384H di bulan Sya’ban di Khusrujard. Beliau seorang imam di zamannya, pemilik karangan kitab yang bermutu.

Beliau mengambil ilmu dari dari banyak para ulama yang berbeda-beda antaranya al-Imam Abul Hasan bin Muhammad al-Husain al-Alawiy yang dikira sebagai sebagai guru beliau yang terbesar. Kemudian, Abu Thahir az-Zayady, Abu Abdillah al-Hakim pengarang kitab al-Mustadrak ‘ala ash-Shahihain, Abu Abdurrahman as-Sulamy, Abu Bakar bin Furak, Abu Ali ar-Rudzabari di Khurasan, Hilal bin Muhammad al-Haffar, Ibnu Bisyran dan sekelompok ulama Baghdad. Beliau juga pernah menduduki halaqah ulama yang lain dari ulama-ulama antaranya Makkah, Kuffah dan dianggarkan lebih seramai seratus Syaikh.

As-Subki berkata, “Adalah Imam Baihaqi merupakan salah satu dari imam-imam orang-orang muslim, para guru orang-orang yang beriman, para dai yang mengajak pada tali Allah yang kukuh, beliau merupakan ahli fiqh yang agung, seorang hafidz yang besar, seorang ahli ushul yang berkemampuan, seorang tokoh yang zuhud dan wara’, penuh taat kepada Allah, seorang yang menjadi tokoh penyebar mazhab dalam ushul dan dan furu’, gunung dari gunung-gunung ilmu.

Imam al-Haramain Abul Ma’aly berkata, “Tidak ada dari pengikut Imam Syafie kecuali Imam Syafi’i memiliki anugerah kecuali Abu Bakar al-Baihaqi, sesungguhnya beliau memiliki anugerah di atas Syafi’i karena karangan-karangannya dalam menyebarkan madzhabnya”.

Berkata Abdul Gaffar al-Farisiy an-Naisabury dalam ‘Dzail traikh Naisabury’, “Abu Bakar al-Baihaqi al-Hafidz al-Ushuli seorang yang tekun beragama dan wara’, terunggul di zamannya dalam hafalan, orang yang sangat teliti dan cermat di antara teman-temannya, sahabat terbesar dari al-Hakim yang mengunggulinya dengan berbagai-macam ilmu, beliau menulis hadits dan menghafalnya dari mulai kanak-kanak, alim dalam ilmu fiqh dan melampaui yang lainnya serta menguasai ilmu ushul.

Beliau pergi ke Iraq, Hijaz kemudian mengarang kitab yang karangannya mencapai ribuan juz yang belum pernah ada sebelumnya mencapai jumlah tersebut, mengumpulkan antara ilmu hadits dan fiqh, menjelaskan kelemahan-kelemahan hadits. Para ulama meminta beliau berpindah dari Nahiyah ke Naisabur untuk mendengarkan kitabnya. Kemudian beliau mendatangi mereka pada tahun 441H dan mereka mendirikan majlis ta’lim untuk mendengarkan pengajian kitan al-Ma’rifah di mana majlis ini dihadiri oleh para ulama. Beliau juga karakter yang berjalan di atas sirah para ulama yang selalu menekankan kemudahan, dan selalu memperindah perilaku zuhud dan kewaraannya. (al-Muntakhab min Kitabis Siyaq Litarikh Naisabur biografi no. 231 –Syamilah-)

Imam Adz-Dzahabi berkata, “Jikalau Imam baihaqi membuat mazhabnya tersendiri baginya, maka dia mampu melakukannya kerana keluasan ilmu yang dimilikiya dan pengetahuannya terhadap masalah ikhtilaf.”

Beliau juga berkata, “Pada hari-hai terakhir hidupnya beliau berpindah dari Baihaq ke Naisabur untuk mengadakan pengajian tentang kitab-kitab karangannya kemudian ajal mendatangi beliau pada 10 Jumadil Ula tahun 458H kemudian beliau dipindahkan dengan Tabut (keranda) ke negerinya dan dimakamkan di sana, semoga Allah merahmatinya dengan rahmat-Nya yang luas, menenangkannya dan membersihkan jenazahnya.”

Beliau telah meninggalkan ribuan kitab, diantaranya ada yang besar dan berjilid-jilid dan ada pula yang kecil dalam satu jilid atau berbentuk risalah.

Karangan beliau yang terkenal adalah, as-Sunan al-Kubra, Syu’abul Iman, Dalailun Nubuwah, al-Asma wa Sifat, al-Mabsuth, ad-Daawat al-Kabiir, ad-Da’wat as-Shaghir, al-Ba’ats wan Nusyur, az-Zuhdu al-Kabiir, al-Arba’un al-Kubra, al-Arba’un as-Shugra, al-Adab, al-I’tiqad Fadhailus Shahabah, Manaqibul Imam Ahmad bin Hanbal, dan Manaqib asy-Syafi’i.

(Dinukil dari 77 Cabang Keimaman, Tahqiq Syaikh Abdul Qadir al-Arnauth)

Sumber: Facebook Biografi Ulama

Dipublikasikan kembali oleh : https://alqiyamah.wordpress.com

Al Qamah bin Qais Rahimahullah

Nama dan Nasab Beliau

Dia adalah Abu Syibil Al-qamah bin Qais bin Abdullah An-Nakha’I Al-Kufi. Dia adalah paman dari Al-Aswad bin Yazid, saudara Abdurrahman, paman dari ahli fiqh dari Irak, Ibrahim An-Nakha’i.

Dia dikenal sebagai ahli fiqh, ulama, qari’ Kufah, imam yang hafizh, dermawan, mujtahid dan terpandang. Read the rest of this entry

Imam asy Syafi’i Rahimahullah

Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Sesungguhnya Allah telah mentakdirkan pada setiap seratus tahun ada seseorang yang akan mengajarkan Sunnah dan akan menyingkirkan para pendusta terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Kami berpendapat pada seratus tahun yang pertama Allah mentakdirkan Umar bin Abdul Aziz dan pada seratus tahun berikutnya Allah menakdirkan Imam Asy-Syafi`i”.

NASAB BELIAU

Kunyah beliau Abu Abdillah, namanya Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin Utsman bin Syaafi’ bin As-Saai’b bin ‘Ubaid bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Al- Muththalib bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam pada Abdu Manaf, sedangkan Al-Muththalib adalah saudaranya Hasyim (bapaknya Abdul Muththalib).

TAHUN DAN TEMPAT KELAHIRAN

Beliau dilahirkan di desa Gaza, masuk kota ‘Asqolan pada tahun 150 H. Saat beliau dilahirkan ke dunia oleh ibunya yang tercinta, bapaknya tidak sempat membuainya, karena ajal Allah telah mendahuluinya dalam usia yang masih muda. Lalu setelah berumur dua tahun, paman dan ibunya membawa pindah ke kota kelahiran nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, Makkah Al Mukaramah. Read the rest of this entry

Ibnu Qudamah Al Maqdisi

Beliau adalah seorang imam, ahli fiqih dan zuhud, Asy Syaikh Muwaffaquddin Abu Muhammad Abdullah Bin Ahmad Bin Muhammad Ibnu Qudamah al-Hanbali al-Almaqdisi. Beliau berhijrah ke lereng bukit Ash-Shaliya, Damaskus, dan dibubuhkanlah namanya ad-Damsyiqi ash-Shalihi, nisbah kepada kedua daerah itu. Dilahirkan pada bulan Sya’ban 541 H di desa Jamma’il, salah satu daerah bawahan Nabulsi, dekat Baitil Maqdis, Tanah Suci di Palestina.

Saat itu tentara salib menguasai Baitil Maqdis dan daerah sekitarnya. Karenanya, ayahnya, Abul Abbas Ahmad Bin Muahammad Ibnu Qudamah, tulang punggung keluarga dari pohon nasab yang baik ini hajrah bersama keluarganya ke Damaskus dengan kedua anaknya, Abu Umar dam Muwaffaquddin, juga saudara sepupu mereka, Abdul Ghani al-Maqdisi, sekitar tahun 551 H (Al-Hafidz Dhiya’uddin mempunyai sebuah kitab tentang sebab hijrahnya pendududk Baitul Maqdis ke Damaskus. Di Damaskus mereka singgah di Masjid Abu Salih, di luar gerbang timur.

Setelah dua tahun di sana, mereka pindah ke kaki gunung Qaisun di Shalihia, Damaskus. Di masa-masa itu Muwaffaquddin menghafal Al Quran dan menimba ilmu-ilmu dasar kepada ayahnya, Abul’Abbas, seorang ulama yang memiliki kedudukan mulia srta seorang yang zuhud.Kemudian ia berguru kepada para ulama Damskus lainnya. Ia hafal Mukhtasar Al Khiraqi (fiqih madzab Imam Ahmad Bin Hambal) dan kitab-kitab lainnnya. Read the rest of this entry

Manshur At Thobani Al Laalikai

Nama lengkapnya

Hibatullah bin Al Hasan bin Manshur Ar Rozi At Thobani Al Laalikai.

Negeri dan perkembangannya
Al Khotib dan Ibnu Jauzi menjelaskan bahwa asal Thobani di nisbatkan ke negeri Thobanistan. Adapun Ar Rozi dinisbatkan ke kota besar yaitu Ar Roy. Kemudian beliau singgah di Baghdad dan bermukim di Baghdad. Jadi beliau pernah singgah di 3 tempat

1. Thobanistan negeri aslinya.
2. Rihlah ke Ar Roy untuk menuntut ilmu.
3. Baghdad.

Penisbatan beliau hanya ke Thobanistan dan Ar Roy tidak ada penisbatan ke Baghdad karena beliau hanya bermukim sebentar di Baghdad.

Guru-guru beliau.

1. Abu Hamid Ahmad bin Muhammad bin Ahmad Al Isfiroyini Imam Madhab Syafi’I pada zamannya (w. 406 h).
2. Ibrohim bin Muhammad bin Ubaid Abu Mas’ud Ad Dimasyqi.
3. Al Hasan bin Utsman (w. 405 h).
4. Muhammad bin Abdurrohman Al Abbasi Al Mukhlish.
5. Isa bin Ali bin Isa Al Wazir.
6. Ubaidillah bin Muhammad bin Ahmad bin Abu Ahmad Al Farodhi (w. 406 h).
7. Muhammad bin Al Hasan Al Farisi (w. 386 h)
8. Abdurrohman bin Umar Abu Husain Al Mu’dil (w. 397 h)
9. Abdullah bin Muslim bin Yahya (w. 397 h)
10. Muhammad bin Ali bin Nadhor (w. 396 h)
Read the rest of this entry

Muhammad bin Sa’ad

Nama sebenarnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin sa’ad bin Mani’ al-Quraisy al Bashri al Baghdadi, ia seorang imam penghapal hadits dan seorang ahli fiqh sejarah yang kepercayaan (Tsiqah), ia dilahirkan di Bashrah pada tahun 168 H.

Ia meriwayatkan hadits dari Muhammad bin Umar al Waqidy, Ibnu Ulaiyah, Sufyan bin Uyainah, Yazid bin Harun al washiti, Ubaidullah bin Musa al Abbasy dan Abu Nu’aim al Fadhal, Ibnu Dikkin al Kufiyah dan dari ulama ulama di Bashrah, Kufah, Wasith, Baghdad, Makkah, Madinah, Syam, Yaman, Mesir, dan lain lainnya.

Diantara orang yang meriwayatkan hadits daripadanya adalah Musa’ab az Zubairiy, al Harits Muhammad bin Abi Usamah pengarang musnad, Ahmad Ibnu Ubaid al Hasyimy, Ahmad bin Yahya bin Jarir al Balazdariy Pengarang kitab Futuhul Buldan, Abu Bakar Abdullah bin Muhammad terkenal dengan nama Ibnu Abud Dunya dan al Husain bin Muhammad yang meriwayatkan ath Thabaqatul Kubra daripadanya.
Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: