Category Archives: Mu’jizat Qur’an & Sunnah

Bertasbihnya Benda Mati

Dahulu Allah azza wa jalla tlah memberikan mukjizat kepada Nabi Daud ‘alaihissalam, yaitu saat beliau ‘alaihissalam bertasbih maka dijawab oleh gunung-gunung yang kokoh dan burung-burung dengan bertasbih kepada Allah azza wa jalla bersamanya. Allah ta’ala berfirman:

“Telah kami tundukkan gunung-gunung  dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kamilah yang melakukannya.” [QS.al Anbiya/21:79]

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kamu. (Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud.”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya.” [QS.Saba/34:10] Read the rest of this entry

Wanita Pemilik Gentong Air

Sesungguhnya memperhatikan keadaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sifat-sifat beliau dan prilakunya, membuahkan hasil yang sangat banyak. Seseorang akan lebih memahami akhlak beliau shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia, mengambil ibrah (pelajaran) darinya dan meneladaninya. Demikian juga mengetahui cara bersikap, berinteraksi dan berdakwah kepada manusia. Berikut ini kisah tentang wanita musyrik yang masuk islam bersama kaumnya karena mu’jizat yang dia lihat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam serta sikap beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Sahabat yang bijak kepadanya dan kaumnya. Kisahnya adalah sebagai berikut: Read the rest of this entry

Di Antara Mu’jizat Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, Orang Kafir-pun Meyakini Berita Beliau

Sebelum di angkat sebagai utusan Allah azza wa jalla, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sudah dikenal sebagai orang yang jujur dan amanah. Sampai orang-orang Quraisy menggelari beliau shalallahu ‘alaihi wasallam dengan al-amin (orang yang amanah). Akan tetapi karena dakwah beliau shalallahu ‘alaihi wasallam tidak cocok dengan hawa nafsu orang-orang Quraisy, maka mereka pun mendustakan beliau dan kitab yang beliau bawa.

Sesungguhnya hati orang-orang Quraisy tetap menyakini kebenaran perkataan-perkataan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, walaupun secara lahiriyah mereka melakukan berbagai penentangan yang luar biasa. Diantara bukti nyata keyakinan orang-orang Quraisy adalah sebuah peristiwa di bawah ini, yang sekaligus menunjukkan kebenaran kenabian Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Peristiwa itu adalah:
Read the rest of this entry

Hujan dan Hikmah Diturunkannya Hujan Dengan Ukuran dan Kadar Tertentu

Maka merupakan salah satu nikmat ilahi adalah mencurahkan hujan tersebut dari atas langit. Allah menciptakan awan yang merupakan utusan bumi. Kemudian Allah mengirimkan angin yang bermuatan air dari laut lalu angin menyulingnya sebagaimana unta betina dibuahi. Oleh sebab itu, Anda dapati daerah yang lebih dekat ke laut lebih tinggi curah hujannya. Dan semakin jauh suatu daerah dari laut maka curah hujannya juga semakin sedikit. Read the rest of this entry

Mengapa Harus Dicampur dengan Tanah?

Para ilmuwan di masa modern telah melakukan penelitian terhadap tanah untuk mengetahui kuman-kuman yang ada padanya. Mereka menyimpulkan bahwa tanah memiliki keistimewaan membunuh kuman-kuman yang berbahaya. Dan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam telah mengisyaratkan bahwa tanah memiliki kekuatan membunuh kuman dalam hadits berikut ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia pernah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam pernah bersabda,

طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ

“Cara untuk mensucikan bejana salah seorang diantara kalian apabila dijilat anjing adalah dengan mencuci bejana tersebut tujuh kali; Pencucian yang pertama kalinya dicampur dengan tanah”. (HR. Muslim)

(100 Mukjizat Islam, Yusuf Ali al-Jasir, Pustaka Darul Haq / alsofwah)

Diantara Hikmah Larangan Makan dan Minum Sambil Berdiri

Ilmu kedokteran modern mengungkapkan bahwa minum dalam keadaan berdiri menyebabkan air yang mengalir berjatuhan dengan keras pada dasar lambung dan menumbuknya, menjadikan lambung kendor dan menjadikan pencernaan sulit. Sebagaimana terus-menerus makan dan minum sambil berdiri dapat menimbulkan luka pada dinding lambung. Penemuan ini menjelaskan kepada manusia bahaya yang telah diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits berikut ini.

عن أنس – رضي الله عنه – ، عن النبيِّ – صلى الله عليه وسلم – : أنه نَهى أن يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِماً . قَالَ قتادة : فَقُلْنَا لأَنَسٍ : فالأَكْلُ ؟ قَالَ : ذَلِكَ أَشَرُّ – أَوْ أخْبَثُ – رواه مسلم

Dari Anas radhiyallahu anhu dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam : Sesungguhnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang untuk minum berdiri”. Qatadah (seorang tabi’in) berkata : “Kami bertanya kepada Anas, “Bagaimana dengan makan sambil berdiri?” Anas menjawab, “Yang demikian itu lebih jelek dan lebih buruk.” (HR. Muslim)

(100 Mukjizat Islam, karya Yusuf Ali al-Jasir, Pustaka Darul Haq) (alsofwah)

Diantara Rahasia di Balik Khitan

Imam al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dalam dua kitab Shahih mereka, sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الِاخْتِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ

“Lima perkara yang termasuk fithrah: khitan, mencukur bulu kemaluan, merapikan kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak”.

Disebutkan dalam Majalah Kedokteran Inggris bahwa kanker penis sangat jarang terjadi di negeri-negeri Islam, salah satu sebabnya adalah karena khitan dilakukan terhadap penduduknya ketika mereka masih kanak-kanak. Diantara faktor pendorong terjadinya kanker penis adalah peradangan pucuk zakar. Khitan merupakan sarana untuk mengantisipasi terjadinya kanker penis.

Penemuan ini memperlihatkan kepada dunia bahwa ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah yang terbaik bagi manusia.

(100 Mukjizat Islam, karya Yusuf Ali al-Jasir, Pustaka Darul Haq) (alsofwah)

Solusi Nabawi Mencegah dan Mengatasi Obesitas (Kegemukan)

Ilmu pengetahuan telah menemukan bahwa obesitas (kegemukan) jika dilihat dari kaca mata kesehatan maka ia termasuk dalam kategori cacat dalam masalah gizi. Pada tanggal 11 Juni 2003, direktur Pusat Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Amerika mengatakan bahwa kegemukan hampir menjadi pembunuh nomor satu. Hasil dari penelitian yang dilakukan di Amerika memperlihatkan bahwa diantara penyebab kenaikan berat badan berasal dari kegagalan fungsi hati. Para ilmuwan asal Kanada menyebutkan bahwa ketidakpedulian dalam hal makan dapat merusak kesehatan manusia.

Seorang ahli gizi asal Inggris pada tanggal 12 Juni 2003 menegaskan bahwa kegemukan mengancam usia manusia. Seorang dokter Italia menyebutkan bahwa makan hingga kenyang lebih banyak membinasakan manusia daripada peperangan.

Segala sesuatu yang bermanfaat yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan pada masa ini (seperti yang dijelaskan di atas), kita dapati ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengisyaratkannya kepada manusia (sejak lima belas abad yang lalu).

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dari al-Miqdam bin Ma’di Karib al-Kindi ia berkata, saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاء شَرّاً مِنْ بَطْنٍ ، بِحَسْبِ ابنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ ، فإنْ كانَ لا مَحالةَ فثُلُثٌ لِطَعَامِهِ ، وَثُلُثٌ لِشَرابِهِ ، وَثُلُثٌ لِنَفَسه

“Tidaklah seorang anak Adam memenuhi suatu bejana yang lebih buruk daripada perut. Cukuplah baginya memakan beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang sulbinya. Apabila ia terpaksa untuk makan lebih banyak dari itu, maka (hendaklah ia membagi perutnya menjadi tiga bagian:) sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lainnya untuk nafasnya”. (Hadits shahih)

(alsofwah)

Al-Qur’an Cerita Tentang Nasib Jasad Fir’aun, Realita Membenarkan!!

Dr. Morris Bukay* di dalam bukunya ‘al-Qur’an Wa al-‘Ilm al-Hadiits’ (al-Qur’an Dan llmu Modern) mengungkap kesesuaian informasi al-Qur’an mengenai nasib Fir’aun Musa setelah ia tenggelam di laut dan realita di mana itu tercermin dengan masih eksisnya jasad Fir’aun Musa tersebut hingga saat ini. Ini merupakan pertanda kebesaran Allah SWT saat berfirman, (QS.Yunus:92)

Dr. Bukay berkata, “Riwayat versi Taurat mengenai keluarnya bangsa Yahudi bersama Musa AS dari Mesir menguatkan ‘statement’ yang menyatakan bahwa Mineptah, pengganti Ramses II adalah Fir’aun Mesir pada masa nabi Musa AS. Penelitian medis terhadap mumi Mineptah membeberkan kepada kita informasi-informasi berguna lainnya mengenai dugaan sebab kematian fir’aun ini. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: