Arsip Blog

Fatawa Ulama Ahlus Sunnah Tentang Hukum Nyanyian Sufi & Nasyid Islami

musik1-300x273Sebagaimana kita tidak boleh beribadah melainkan hanya kepada Allah ‘azza wa jalla demi merealisasikan syahadat LA ILAHA ILLALLAH, demikian juga kita tidak boleh beribadah kepada Allah atau mendekatkan diri kepada-Nya, melainkan hanya dengan cara yang diajarkan oleh Rasul-Nya demi merealisasikan syahadat MUHAMMADUR RASULULLAH. Bila dua hal itu direalisasikan oleh seorang Mukmin, berarti ia telah mencintai Allah ‘azza wa jalla dan mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang mencintai Allah ‘azza wa jalla , maka Allah ‘azza wa jalla akan selalu bersamanya dan Allah ‘azza wa jalla juga akan selalu menolongnya. Allah ‘azza wa jalla berfirman :

“Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran/3:31)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Read the rest of this entry

Iklan

Hukum Mengambil Gambar Kajian Dengan Video

https://i1.wp.com/www.e-marketingassociates.com/blog/wp-content/uploads/2011/10/video-camera.jpg

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah ditanya :

Bagaimanakah hukum mengambil gambar kajian atau seminar dengan perangkat video ? Read the rest of this entry

Perbedaan Fatwa Antara Dua ‘Alim, Memilih Yang Mana ?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah ketika menjelaskan kaedah :

14 ـ فاجلبْ لتيسيرٍ بكلِّ ذي شَطَطْ***فليس في الدينِ الحنيفِ من شَطَطْ

Ambillah yang mudah pada masalah yang susah*** Din (agama) yang hanif ini tidak ada yang susah

Adapun sebagian ulama’ membahasakan kaedah ini dengan : Read the rest of this entry

Menggunakan Tablet Pencegah Haidh Ketika Haji

https://alqiyamah.files.wordpress.com/2011/09/kapsuldantablets.jpg?w=300Tanya:

Apa hukum menggunakan tablet pencegah haidh selama haji? Read the rest of this entry

Hukum Menshalati Orang Yang Mati Bunuh Diri – Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Dari Jabir bin Samarah (dia berkata): Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah diberitahukan bahwasanya ada seorang laki-laki telah membunuh dirinya, maka beliau bersabda: Read the rest of this entry

Apabila Hari Raya (’Id) Bertepatan dengan Hari Jum’at

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan : Jika datang ‘Idul Fithri pada hari Jum’at apakah boleh bagiku untuk shalat ‘Id namun aku tidak shalat Jum’at, atau sebaliknya?

Jawab : Apabila Hari Raya bertepatan dengan hari Jum’at maka barangsiapa yang telah menunaikan shalat ‘id berjama’ah bersama imam gugur darinya kewajiban menghadiri shalat Jum’at, dan hukumnya bagi dia menjadi sunnah saja. Apabila dia tidak menghadiri shalat Jum’at maka tetap wajib atasnya shalat zhuhur. Ini berlaku bagi selain imam.

Adapun imam, tetap wajib atasnya untuk menghadiri Jum’at dan melaksanakannya bersama kaum muslimin yang hadir. Shalat Jum’at pada hari tersebut tidak ditinggalkan sama sekali.

(Al-Muntaqa min Fatawa Al-Fauzan VIII/44) Read the rest of this entry

Fatwa Ulama Ahlussunnah Tentang IMSAK

Kedudukan seruan Imsak di mata Ulama Ahlussunnah

Pada saat menjelang shubuh di waktu sahur pada bulan Ramadlan kita biasanya mendengar adanya peringatan imsak yang didengungkan, baik lewat corong masjid-masjid, radio, maupun televisi. Kebiasaan tersebut sudah begitu membudaya di masyarakat kita. Bahkan seakan-akan sudah merupakan syariat bahwa kita tidak boleh lagi makan dan minum setelah peringatan imsak dikumandangkan. Namun betulkah hal itu?

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal itu, di bawah ini kami nukilkan beberapa fatwa para ulama tentang imsak. Apakah benar ia merupakan syariat dalam agama ini ataukah bukan (redaksi).

1. Fatwa Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: