Arsip Blog

Kekejaman Kaum Syiah Terhadap Ahlus Sunnah – Ustadz Abu Ihsan al Atsary [+ Video]

http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2010/10/syiah-yahudi-busuk.jpg

http://abusalma.files.wordpress.com/2007/04/syiah-yahudi.gif

AHLU SUNNAH MENJADI INCARAN GOLONGAN LAIN

Benteng kaum Muslimin diserang dari dalam, kira-kira begitulah ungkapan yang dirasakan umat ini atas kejahatan ahli bid’ah khususnya Syi’ah terhadap Islam, Sunnah dan Ahlu Sunnah. Pengkhianatan dan kekejaman yang dilakukan oleh ahli bid’ah terhadap Islam dan kaum Muslimin sangat banyak terjadi. Read the rest of this entry

Syiah Di Mata Para Imam Ahlul Bait

http://abunamira.files.wordpress.com/2011/07/a21.jpg1. Khalifah Ali (imam pertama mereka) Radhiyallahu ‘anhu berkata:

وسيهلك في صنفان: محب مفرط يذهب به الحب إلى غير الحق، ومبغض مفرط يذهب به البغض إلى غير الحق ، وخير الناس في حالا النمط الاوسط، فالزموه والزموا السواد الاعظم فإن يد الله على الجماعة.

Akan binasa tentang aku dua kelompok: (pertama) kelompok yang mencintai secara berlebihan sehingga kecintaannya membawa kepada yang tidak benar, dan kelompok yang membenci, yang kebenciannya membawa kepada yang tidak benar. Sebaik-baik manusia adalah yang moderat (tengah/adil) maka ikutilah ia, ikutilah kelompok terbesar (maksudnya waktu itu yaitu para sahabat dan tabi’in) karena tangan Allah ada di atas jama’ah.” (Nahjul Balaghah, 2/8) Read the rest of this entry

Inilah Pengkhianatan Kaum Syiah Dari Zaman Ali bin Abi Thalib s/d Sekarang

http://puspitadee.files.wordpress.com/2011/04/pengkhianat.jpgBerikut ini adalah sebagian kecil pengkhianatan-pengkhianatan kaum Syiah yang terjadi dari masa Ali bin Abi Thalib -radhiyallahu ‘anhu- s/d zaman sekarang :

1. Pengkhianatan mereka kepada Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib dan beliau menyatakan diri terbebas dari apa yang mereka lakukan. [1]

2. Pengkhianatan mereka kepada Hasan bin Ali, ketika orang Syiah menusuk pahanya dengan pisau, mereka menyebut Hasan sebagai penghina kaum Mukmin. [2]

3. Pengkhianatan mereka terhadap Husein bin Ali, yakni ketika mereka meminta beliau hadir di Kufah agar mereka membaiatnya. Kenyataannya mereka malah membunuh beliau. [3] Husein mendoakan keburukan bagi mereka, setelah melihat pengkhianatan mereka. [4] Read the rest of this entry

Sudah Saatnya Menyadari Hakekat Ajaran Sufi [Tashawwuf]

Oleh: Ustadz Abul Hasan Abdullah Taslim –hafizhahullah

PENDAHULUAN

Istilah “sufi” atau “tasawwuf” tentu sangat dikenal di kalangan kita, terlebih lagi di kalangan masyarakat kebanyakan. Istilah ini sangat diagungkan dan selalu diidentikkan dengan kewalian, kezuhudan dan kesucian jiwa. Bahkan mayoritas masyarakat beranggapan bahwa seseorang tidak akan bisa mencapai hakikat takwa tanpa melalui jalan tasawwuf. Opini ini diperkuat dengan melihat penampilan lahir yang selalu ditampakkan oleh orang-orang yang mengaku sebagai ahli tasawwuf, berupa pakaian lusuh dan usang, biji-bijian tasbih yang selalu melekat di tangan, dan bibir yang senantiasa komat-kamit melafazhkan dzikir. Semua ini semakin menambah keyakinan bahwasanya merekalah orang-orang yang benar-benar telah mencapai derajat wali (kekasih) Allâh Ta’ala. Read the rest of this entry

Dengan Dalih Kajian Ilmiah, Cendikiawan-Cendikiawan Muslim Ramai Merendahkan Kedudukan Rasulullah

DENGAN DALIH “KAJIAN ILMIAH”, CENDIKIAWAN-CENDIKIAWAN MUSLIM RAMAI MERENDAHKAN KEDUDUKAN RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Oleh: Ustadz Abu Minhal

Kondisi sulit menyelimuti umat Islam dalam kurun dua abad terakhir. Terutama dengan munculnya konspirasi dari musuh-musuh Islam, misalnya upaya memberangus Khilafah Islamiyyah, cengkeraman Barat (Nashara) terhadap negeri-negeri Islam secara militer, politik maupun ideologi, dan dengan kegigihannya, mereka juga bermaksud memporak-porandakan keutuhan masyarakat muslim melalui putra-putri Islam sendiri yang telah dicekoki konsep-konsep kufur dan atheisme. Upaya ini kian memperburuk keberadaan kaum Muslimin. Apalagi ditambah dengan berkembangnya arus kebodohan, bid’ah dan khurafat di tengah kaum Muslimin.
Read the rest of this entry

500 Ulama Mengkafirkan Mereka!

Oleh: Ustadz Abu Minhal hafizhahullah

Vonis kafir hanyalah hak Allah azza wa jalla dan Rasul-Nya, tidak berada ditangan setiap orang, apalagi orang awam. Seorang Ulama pun tidak boleh serampangan melontarkan vonis kafir kepada individu tertentu. Syarat-syarat dan ketentuan-ketentuannya sangat ketat, merujuk kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Golongan Jahmiyah Kafir

Jahmiyah adalah para pengikut pemikiran Jahm bin Shafwan, orang yang mengatakan al Qur’an makhluk Allah azza wa jalla, Allah azza wa jalla tidak pernah berbicara kepada Musa ‘alaihissalam, tidak berbicara, tidak bisa dilihat dan tidak berada di atas Arsy. Read the rest of this entry

Mereka Juga Mempunyai Nabi Sendiri – Ustadz Abu Minhal

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam Utusan Allah azza wa jalla Terakhir

Diantara prinsip akidah umat Islam, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah utusan Allah azza wa jalla yang terakhir. Tidak ada nabi atau rasul sepeninggal beliau. Dan setiap muncul klaim nabi baru, hanya ada dua alternatif : ia seorang dajjal (pendusta besar) dan majnun (orang gila). Tidak ada perselisihan dalam masalah ini dari kalangan generasi salaf maupun khalaf.

Allah azza wa jalla berfirman:

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi. Dan adalah Allah maha mengetahui segala sesuatu.” [QS.al Ahzab/33:40]
Read the rest of this entry

Taqiyah, Topeng Kemunafikan Kaum Syiah

Oleh Ustadz Abu Minhal

Taqiyah, Rukun Agama Syiah

Akidah taqiyah termasuk aqidah Syiah yang menyelisihi Islam. Akidah ini menempati kedudukan yang tinggi dalam agama mereka. Menurut mereka, para Nabi dan Rasul pun diperintahkan untuk melakukannya.

Ulama Syiah telah menjelaskan definisi ini. Al-Mufid dalam Tash-hihul I’tiqad bertaka: “Taqiyah adalah merahasiakan al-haq (keyakinan Syiah) dan menutupi diri dalam menyakininya, berkamuflase di hadapan para penentang (orang-orang yang berseberangan dalam keyakinan) dan tidak mengusik mereka dengan apa saja yang akan menyebabkan bahaya bagi agama dan dunia (orang-orang Syiah).

Yusuf al-Bahrani (tokoh Syiah abad 12 H) berkata, “Maksudnya menampakkan kesamaan sikap dengan para penentang dalam apa yang mereka yakini karena takut kepada mereka.” Read the rest of this entry

Jahmiyyah

%d blogger menyukai ini: