500 Ulama Mengkafirkan Mereka! – Ustadz Abu Minhal

Vonis kafir hanyalah hak Allah azza wa jalla dan Rasul-Nya, tidak berada ditangan setiap orang, apalagi orang awam. Seorang Ulama pun tidak boleh serampangan melontarkan vonis kafir kepada individu tertentu. Syarat-syarat dan ketentuan-ketentuannya sangat ketat, merujuk kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Golongan Jahmiyah Kafir

Jahmiyah adalah para pengikut pemikiran Jahm bin Shafwan, orang yang mengatakan al Qur’an makhluk Allah azza wa jalla, Allah azza wa jalla tidak pernah berbicara kepada Musa ‘alaihissalam, tidak berbicara, tidak bisa dilihat dan tidak berada di atas Arsy. Lanjutkan membaca

Jangan Menolak Kebenaran – Ustadz Abu Isma’il Muslim al Atsari

Kebenaran mutlak datang hanya dari Allah azza wa jalla. Oleh karena itu, al haq tidak diambil kecuali dengan petunjuk kitab Allah azza wa jalla dan Sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan sepantasnya orang-orang yang sudah menerima al haq, hendaknya mereka menerima dan mengikutinya.

Allah azza wa jalla telah memuji orang-orang yang beriman karena mereka mengikuti al haq dalam firmannya:

“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.” [QS.a-Ra’d/13:19]

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang makna ayat ini, Lanjutkan membaca

Pedihnya Siksa Neraka – Ahmad Jamil bin Alim as Salafi

Definisi Neraka:

Neraka di dalam bahasa arab disebut (النار ) “An Naar” yang artinya: Api. Neraka dinamakan (النار ) “An Naar”: Api, karena penghuni neraka disediakan bagi mereka tempat tinggal yang terbuat dari api, pakaian dari api dan merekapun disiksa dengan api.Allah Ta’ala berfirman:

فأنذرتكم نارا تلظى، لا يصلاها إلا الأشقى
“Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala, tidak ada yang masuk ke dalamnya melainkan orang yang paling celaka. (QS. Al Lail:14-15).

Dimanakah Netak Neraka?

Sebagaimana surga adalah tempat orang-orang yang mulia, maka dia berada ditempat yang mulai dan tinggi, yaitu di langit yang ketujuh. Lanjutkan membaca

Asal Usul Kerahiban [1] Dalam Agama Nasrani – Ustadz Abu Faiz

Agama Nasrani diturunkan Allah kepada Nabi Isa ‘alaihissalam sebelum masa di utus nya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Al-Qur’an menetap kan bahwa Isa bin Maryam ‘alaihissalam adalah seorang Nabi dan Rosul yang di utus pada umat sebelumnya dengan membawa kebenaran.

Biara dan kuil termasuk bagian dari perjalanan agama Nasrani . Bangunan ini sekarang digunakan panganut ajaran Nasrani untuk menjauhkan diri dari khalayak, meninggalkan segala kenikmatan dunia, tidak beristri atau bersuami dan sebagainya. Namun bagaimanakah aqidah orang-orang di dalamnya? Benarkah ini bagian dari ajaran Taurat dan Injil? Semoga kisah berikut dapat menjawabnya. Wallahu’alam

Alkisah

Imam an-Nasa’i meriwayatkan sebuah kisah dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya beliau mengatakan : Lanjutkan membaca

Tabligh Akbar & Bedah Buku: “Allah Memuliakan Kita Dengan Al-Qur’an – Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas”

http://moslemsunnah.wordpress.com/

Hadirilah…!!!
Tabligh Akbar dan Bedah Buku (Gratis!!!Untuk Umum)
Lanjutkan membaca

Perhatian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Terhadap Shalat 2 Rakaat Sebelum Subuh

Shalat-shalat sunnat rawatib (shalat yang menyertai shalat fardhu) tidak sama keutamaannya. Shalat sunnat Subuh lah yang menempati urutan teratas. Sebab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkannya meski beliau berada dalam perjalanan. Ibnul Qoyyim rahimahullah menyatakan bahwa perhatian dan konsistensi beliau paling besar pada shalat sunnat Subuh. Oleh sebab itu, beliau tidak pernah melupakannya, baik saat berada dirumah ataupun bepergian. [1]

Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan:

“Nabi tidak pernah menjaga shalat sunnat melebihi perhatian beliau terhadap dua rakaat sebelum subuh.” [Muttafaq ‘alaih]
Lanjutkan membaca

Ringan di Lisan, Berat di Timbangan, Amat di Cintai Ar Rahman

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Dua kalimat dicintai oleh ar Rahman, ringan di lisan dan berat dalam timbangan; subhanallah wa bihamdih subhanallahil ‘azhim.” [HR.al Bukhari dan Muslim]

Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Adanya penyebutan nama ar Rahman secara khusus ditujukan untuk menjelaskan betapa luas rahmat Allah azza wa jalla kepada hamba-Nya dengan membalas amalan yang sedikit dengan balasan yang banyak.”

Pelajaran Dari Hadits di Atas Lanjutkan membaca

Mereka Juga Mempunyai Nabi Sendiri – Ustadz Abu Minhal

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam Utusan Allah azza wa jalla Terakhir

Diantara prinsip akidah umat Islam, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah utusan Allah azza wa jalla yang terakhir. Tidak ada nabi atau rasul sepeninggal beliau. Dan setiap muncul klaim nabi baru, hanya ada dua alternatif : ia seorang dajjal (pendusta besar) dan majnun (orang gila). Tidak ada perselisihan dalam masalah ini dari kalangan generasi salaf maupun khalaf.

Allah azza wa jalla berfirman:

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi. Dan adalah Allah maha mengetahui segala sesuatu.” [QS.al Ahzab/33:40]
Lanjutkan membaca

Download Audio : “Wasiat Perpisahan – Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas”

Inilah wasiat perpisahan dari kekasih kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang telah membuat air mata para sahabat berlinang air mata, menjadikan hati mereka takut. Begitu istimewanya nasihat ini, sehingga sepatutnya kita sebagai ummatnya, mengetahui, memahami dan mengamalkannya.

Dikisahkan oleh ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ’anhu sebagai berikut:

صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا؟ فَقَالَ: ((أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ))

Lanjutkan membaca

Kitab al Hikam Dalam Timbangan Islam – Ustadz Abu Ahmad as Salafi

Kitab al Hikam yang ditulis oleh Ibnu Atho’illah as Sakandari adalah kitab yang sangat popular di dunia dan juga di Indonesia. Kitab ini banyak dikaji di pondok-pondok pesantren dan bahkan di dalam siaran-siaran radio di banyak kota di Indonesia.

Kitab yang populer ini ternyata di dalamnya terdapat banyak sekali penyelewengan terhadap syari’at Islam. Karena itulah, insya Allah dalam pembahasan kali ini akan kami jelaskan kesesatan-kesesatan kitab ini sebagai nasihat keagamaan bagi saudara-saudara kami kaum muslimin dan sekaligus sebagai jawaban kami atas permintaan sebagian pembaca yang menanyakan isi kitab ini. Sebagai catatan, cetakan kitab yang kami jadikan acuan dalam pembahasan ini adalah cetakan Penerbit Balai Buku Surabaya. Lanjutkan membaca

Bertasbihnya Benda Mati

Dahulu Allah azza wa jalla tlah memberikan mukjizat kepada Nabi Daud ‘alaihissalam, yaitu saat beliau ‘alaihissalam bertasbih maka dijawab oleh gunung-gunung yang kokoh dan burung-burung dengan bertasbih kepada Allah azza wa jalla bersamanya. Allah ta’ala berfirman:

“Telah kami tundukkan gunung-gunung  dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kamilah yang melakukannya.” [QS.al Anbiya/21:79]

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kamu. (Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud.”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya.” [QS.Saba/34:10] Lanjutkan membaca

Tersenyumlah…

Oleh : Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa as Salim*

Andaikan sedekah terbatas hanya dengan harta, tentu amalan sedekah menjadi monopoli orang kaya saja. Namun, Islam tidak demikian. Apabila ada syari’at yang hanya mampu dikerjakan orang tertentu, Islam akan membuka lading yang lain bagi yang tidak mampu.

Senyuman termasuk sedekah maknawi yang sering di anggap sepele oleh kebanyakan orang. Memberi senyuman amatlah mudah dan ringan. Hanya dengan membuat bibir merekah, orang yang melihat akan senang. Apakah sebenarnya senyuman itu? Adakah rahasia dan manfaat di balik senyuman? Temui jawabannya dalam lembaran berikut. Allohul Muwaffiq.

Apa Senyuman Itu? Lanjutkan membaca

Tabligh Akbar : “Islam Agama Yang Mudah – Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat”