Kekuasan dan Imaroh dikalangan bangsa arab (Serial Siroh Nabawiyah 2)

KEKUASAAN DAN IMARAH DI KALANGAN BANGSA ARAB

Selagi kita hendak membicarakan masalah kekuasaan di kalangan Bangsa Arab sebelum Islam, berarti kita harus membuat miniatur sejarah pemerintahan, imarah (keemiratan), agama dan kepercayaan di kalangan Bangsa Arab, agar lebih mudah bagi kita untuk memahami kondisi yang tengah bergejolak saat kemunculan Islam.

Para penguasa jazirah tatkala terbitnya matahari Islam, bisa dibagi menjadi dua kelompok:
Raja-raja yang mempunyai mahkota, tetapi pada hakikatnya mereka tidak memiliki independensi dan berdiri sendiri
Para pemimpin dan pemuka kabilah atau suku, yang memiliki kekuasaan dan hak-hak istimewa seperti kekuasaan para raja. Mayoritas di antara mereka memiliki independensi. Bahkan boleh jadi sebagian diantara mereka mempunyai subordinasi layaknya seorang raja yang mengenakan mahkota.

Raja-raja yang memiliki mahkota adalah raja-raja Yaman, raja-raja kawasan Syam, Ghassan dan Hirah. Sedangkan penguasa-penguasa lainnya di jazirah Arab tidak memiliki mahkota.  Read the rest of this entry

Posisi bangsa arab dan kaumnya (Serial Siroh Nabawiyah 1)

Pada hakikatnya istilah Sirah Nabawiyah merupakan ungkapan tentang risalah yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam kepada manusia, untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya, dari ‘ibadah kepada hamba menuju ‘ibadah kepada Allah. Dan tidak mungkin bisa menghadirkan gambarannya yang amat menawan secara pas dan mengena kecuali setelah melakukan perbandingan antara latar belakang risalah ini (risalah Nabawiyyah) dan pengaruhnya. Berangkat dari sinilah kami merasa perlu mengemukakan fasal yang berbicara tentang kaum-kaum ‘Arab dan perkembangannya sebelum Islam, serta tentang kondisi-kondisi saat Nabi Muhammad diutus.

Posisi Bangsa Arab 

Menurut bahasa, ‘Arab artinya padang pasir, tanah gundul dan gersang yang tiada air dan tanamannya. Sebutan dengan istilah ini sudah diberikan sejak dahulu kala kepada jazirah Arab, sebagaimana sebutan yang diberikan kepada suatu kaum yang disesuaikan dengan daerah tertentu, lalu mereka menjadikannya sebagai tempat tinggal. Read the rest of this entry

Pengalaman Hidup Ibnul Jauzi Rahimahullah

http://www.masjid.its.ac.id/medpic/2010/02/MasjidSultan.jpgSyaikh Ibnul Jauzi rahimahullah.

”Aku pernah merasa tertekan dengan masalah yang telah menjadikanku selalu dalam kegelisahan. Aku berusaha sekuat tenaga agar terlepas dari jeratan kegelisahan itu. Tapi usaha yang kulakukan itu sia-sia. Lalu aku membaca firman Allah ini : ”Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, maka ia akan diberikan jalan keluar dan diberi rizki dari arah yang tidak diduga-duga.” (Ath Thalaq) Read the rest of this entry

Barang Siapa Yang Tidak Punya Guru Maka Gurunya Adalah Setan

http://pustakaukhuwahmalang.files.wordpress.com/2011/08/nasehat-untuk-dai-madu.jpg?w=174&h=129Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah pernah mengomentari perkataan tersebut sebagai berikut :

أمَّا قولُهم: “مَن لا شيخَ له؛ فشيخُه الشيطان؛ فهذا باطل، ما له أصل، وليس بحديث. وليس لك أن تتَّبع طرق الشيخ إذا كان مخالفاً للشرع، بل عليك أن تتبع الرَّسول -صلَّى الله عليه وسلَّم- وأصحابَه -رضي الله عنهم وأرضاهم- ومَن تَبِعهم بإحسان، في صلاتك، وفي دعائك، وفي سائر أحوالك. يقول الله -جلَّ وعلا-: {لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ}[الأحزاب: 21].

ويقول -سبحانه وتعالى-: {وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ..} الآية [التوبة: 100].

فأنت عليك أن تتبعهم بإحسان باتِّباع الشَّرع الذي جاء به النَّبيُّ -صلى الله عليه وسلَّم- والتَّأسِّي بهم في ذلك وعدم البدعة التي أحدثها الصوفية وغير الصوفية. والله المستعان

Hukum Mengambil Gambar Kajian Dengan Video

http://www.e-marketingassociates.com/blog/wp-content/uploads/2011/10/video-camera.jpg

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah ditanya :

Bagaimanakah hukum mengambil gambar kajian atau seminar dengan perangkat video ? Read the rest of this entry

Teleconference Bersama Syaikh Dr.Adnan ar-Ur Dari Syiria

http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/s720x720/74779_314981005247383_100002064571912_725079_714287597_n.jpg

Download Audio: “Kisah Sahabat Abdullah ibnu Mas’ud – Ustadz Abdullah Amin”

Bismillah,

Berikut ini adalah kajian yang disampaikan oleh al Ustadz Abdullah Amin dengan tema “Cucu Rasulullah Hasan bin Ali”. Di adakan di Masjid Qolbun Salim Malang

Silahkan download filenya di link di bawah ini: Read the rest of this entry

Download Audio: “Kisah Cucu Rasulullah Hasan bin Ali – Ustadz Abdullah Amin”

Bismillah..

Berikut ini adalah kajian yang disampaikan oleh al Ustadz Abdullah Amin dengan tema “Cucu Rasulullah Hasan bin Ali”. Di adakan di Masjid Qolbun Salim Malang

Silahkan download filenya di link di bawah ini: Read the rest of this entry

Download Audio: “Ketinggian Sifat Allah – Ustadz Agus Hasan Bashori, Lc.”

Bismillah,

Kajian ini disampaikan oleh al Ustadz Agus Hasan Bashori -hafizhahullah- dengan tema “Ketinggian Sifat Allah”. Yang diadakan di Masjid Qolbun Salim Malang.

Silahkan antum download kajiannya di link berikut:

Download File: Read the rest of this entry

Mitos Syirik Gunung Salak – Ustadz Ja’far Shalih

http://atjehpost.com/gallery/article/image/20120513_032327_gunung-salak-inside2.jpg

MITOS SYIRIK GUNUNG SALAK
(Tanggapan terhadap artikel: misteri gunung Salak, burung pun bisa jatuh di atas makam Syekh) Read the rest of this entry

Berdoalah dengan Suara Lirih – Syaikh Dr. Muhammad Al Qahthani

Dalam kitab “Bada-i’ul Fawa’id”, Ibnul Qayyim menyebutkan beberapa keutamaan jika kita berdoa dengan lirih yaitu :

  1. Lebih menunjukkan keimanan, karena yang berdoa lirih mengetahui bahwa Allah Maha Mendengar doanya
  2. Lebih menunjukkan sopan santun dan pengagungan, karena seorang hamba atau budak tidaklah berbicara dan meminta kepada tuannya dengan suara yang keras  Read the rest of this entry

Kisah Akibat Menyepelekan Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Kisah Pertama

Salamah bin Akwa’ berkata: “Pernah ada seorang lelaki makan di dekat Rasulullah dengan tangan kiri. Beliau lantas berkata: “Makanlah dengan tangan kananmu”. Lelaki itu menjawab: “Aku tidak bisa”. Rasulullah berkata, “Mudah-mudahan engkau benar-benar tidak bisa. Tidak ada yang menghalanginya untuk melakukannya kecuali kesombongan”. Salamah berkata: “Kemudian dia tidak bisa mengangkat tangannya untuk menyantap makanan” (Lihat HR. Muslim no. 2021)

Kisah Kedua Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 8.061 pengikut lainnya.