19
Nov
Oleh ibnu salim pada Aqidah & Manhaj. Ditandai:Aqidah, Tauhid. Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh: Abu Yusuf Ahmad Jamil bin Alim as-Salafi
Allah ta’ala berfirman (yang artinya):
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” [QS.Al-Isra’:44]
Allah Maha Besar sedangkan alam semesta dan seisinya kecil bagi-Nya. Allah Maha Perkasa tiada suatupun yang sulit bagi-Nya dan tiada pula suatupun yang dapat melemahkan-Nya. Allah Maha Pencipta, Dia tidak menciptakan alam semesta karena sebuah permainan belaka, tetappi Dia menciptakan alam semesta suapa mereka tunduk menghinakan diri mengagungkan-Nya, sehingga segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi tunduk mentauhidkan-Nya dan bertasbih memuji kebesaran-Nya.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya):
“Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada dibumi, Raja yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [QS.al-Jumu’ah:1]
Marilah kita mereung sejenak mentadaburi ayat-ayat dan hadits-hadits yang menerangkan ketundukan alam semesta dalam mentauhidkan Allah, semoga dengan mentadaburi tanda-tanda kebesaran Allah, semakin menambah keyakinan dan keimanan kita kepada-Nya. Lanjutkan membaca
19
Nov
Oleh ibnu salim pada Adab & Akhlak. Ditandai:Adab, Adab Islam. Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh : Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi as Sayyid Nada
Adakalanya seorang Muslim pada suatu hari menyembelih seekor hewan untuk makanannya, untuk makanan keluarganya, untuk disedekahkan kepada fakir dan miskin, atau untuk yang lainnya. Islam telah meletakkan adab-adab penyembelihan yang harus di perhatikan. Ini menunjukkan kelengkapan dienul Islam yang mengurus semua urusan kehidupan. Diantaranya adab-adab yang berkaitan dengan penyembelihan adalah:
1. Niat yang Benar
Hendaknya seseorang meniatkan mencari pahala dari Allah azza wa jalla dengan menyembelih hewan, baik itu hewan sembelihan untuk haji, hewan kurban, atau hewan untuk makanan keluarganya. Demikian juga ia mencari pahala dengan memperhatikan adab-adab penyembelihan tersebut.
2. Tidak Menyembelih Hewan Yang Kantongnya Susunya Sedang Besar Lanjutkan membaca
19
Nov
Oleh ibnu salim pada Adab & Akhlak. Ditandai:Adab, Adab Islam. Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh : Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi as Sayyid Nada
Penyembelihan kurban merupakan syi’ar Islam yang nyata serta perkara yang sangat ditekankan dan dianjurkan pelaksanaannya. Diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau menyembelih binatang kurban pada pagi hari ‘Iedul Adh-ha. Hendaknya orang yang ingin menyembelih kurban mengetahui adab-adab yang berkaitan dengannya, diantaranya:
1. Ikhlas Karena Allah
Hendaknya ia meniatkan penyembelihannya itu untuk menampakkan syi’ar-syi’ar Islam, mensyukuri nikmat Allah, dan mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Janganlah meniatkannya untuk riya’ ataupun sum’ah.
2. Orang yang Hendak Menyembelih Kurban Jangan Mengambil Sesuatu dari Rambut ataupun Bagian Tubuhnya Lanjutkan membaca
17
Nov
Oleh ibnu salim pada Kisah Tidak Nyata. Ditandai:Kisah, Kisah Tidak Nyata, Sejarah. & Komentar
Oleh : Ahmad Sabiq bin Abdul Latif Abu Yusuf hafidzahullah
Al Kisah
Konon dikisahkan bahwa pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ada seorang pemuda yang bernama Alqomah. Dia seorang pemuda yang giat beribadah, rajin sholat, banyak puasa dan suka bershodaqoh. Suatu hari dia sakit keras, maka istrinya mengirim utusan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk meberitahukan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tentang keadaan Alqomah. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian mengutus Ammar bin Yasir, Shuhaib ar Rumi dan Bilal bin Robah radhiyallahu ‘anhum untuk melihat keadaannya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pergilah kerumah Alqomah dan talqinlah untuk menguncapkan Laa ilaha Illallah.” Akhirnya mereka berangkat kerumahnya, ternyata pada saat itu Alqomah sudah dalam keadaan naza’, maka segeralah mereka mentalqinnya, namun ternyata lisan Alqomah tidak bisa mengucapkan Laa Ilaha Illallah. Langsung saja mereka laporkan kejadian ini pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bertanya,”Apakah dia masih mempunyai kedua orang tua?” Ada yang menjawab,”Ada, wahai Rasulullah, dia masih mempunyai seorang ibu yang sudah tua renta.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim utusan untuk menemuinya, dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada utusan tersebut,”Katakan kepada ibunya Alqomah, jika dia masih mampu untuk berjalan menemui Rasulullah, maka datanglah, namun jika tidak, maka biarlah Rasulullah yang datang menemuinya.” Tatkala utusan itu sampai ketempat ibunya Alqomah, dan pesan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah disampaikan, maka dia berkata,”Sayalah yang lebih berhak untuk mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Lanjutkan membaca
17
Nov
Oleh ibnu salim pada Fatwa, Hari Raya. Ditandai:Fatwa, Haji, Idul Adha, Kurban. Tinggalkan sebuah Komentar
1. Tahukah Mayyit?
Tanya:
Jika ada seseorang yng melakukan ibadah kurban atas nama bapaknya yang telah wafatnya atau bersedekah, mendoakannya atau menziarahi kuburnya, apa si mayyit tahu bahwa ini dari anaknya Fulan?
Jawab:
Yang dijelaskan oleh teks-teks syariat bahwa orang sudah meninggal bisa mendapatkan manfaat dari sedekah serta doa dari dari orang yang masih hidup. Dan ibadah kurban itu termasuk jenis sedekah. Jika niat orang yang bersedekah atas nama orang yang sudah meninggal itu ikhlas dalam sedekahnya atau doanya, maka orang yang sudah meninggal bisa mendapatkan manfaat; serta orang yang bersedekah dan berdoa mendapatkan pahala, sebagai karunia dan rahmat dari Allah azza wa jalla. Lanjutkan membaca
17
Nov
Oleh ibnu salim pada Kitab. Ditandai:Bantahan, Kitab. & Komentar
Oleh : Abu Ahmad as Salafi
Buku Membumikan Al Qur’an, Fungsi dan Peran Wahyu Dalam Kehidupan Masyarakat Adalah sebuah buku popular yang pernah mendapatkan predikat best seller. Ia berasal dari enam puluh lebih makalah dan ceramah yang pernah disampaikan penulisnya pada rentang waktu 1975 hingga 1992.
Buku ini terbagi menjadi dua bagian: yang pertama adalah gagasan al Qur’an yang merupakan penjelasan pokok-pokok memahami al Qur’an dan yang kedua adalah amalan al Qur’an yang menggambarkan tentang solusi problem-problem masyarakat dengan berpijak pada pemahaman al Qur’an.
Hanya, setelah kami telaah buku ini, ternyata di dalamnya TERDAPAT SYUBHAT-SYUBHAT YANG MEMBAHAYAKAN AQIDAH DAN PEMAHAMAN SEORANG MUSLIM. Karena itulah, insya Allah dalam pembahasan kali ini kami berusaha melakukan telaah kritis terhadap buku ini untuk memenuhi permintaan sebagian pembaca Al Furqon yang meminta kami untuk membahas buku ini dan sekaligus sebagai nasihat kepada kaum muslimin secara umum.
Penulis dan Penerbit Buku Ini
Buku ini ditulis oleh Prof.Dr.Muhammad Quraisy Syihab, MA. Dan diterbitkan oleh penerbit Mizan Bandung Edisi Baru cetakan pertama Juli 2007/Rajab 1428 Lanjutkan membaca
17
Nov
Oleh ibnu salim pada Tazkiyatun Nafs. Ditandai:Hasad, Nasehat. Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh : Ustadz Nur Kholis bin Kurdian
Bahaya Hasad
Hasad (dengki) merupakan penyakit hati yang berbahaya bagi manusia, karena penyakit ini menyerang hati si penderita dan meracuninya, membuat dia benci terhadap kenikmatan yang telah diperoleh oleh saudaranya, dan merasa senang jika kenikmatan tersebut musnah dari tangan saudaranya.
Pada hakikatnya, penyakit ini mengakibatkan si penderita tidak ridha dengan qadha’ dan qadar Allah azza wa jalla. Sebagaimana perkataan Ibnul Qayyim rahimahullah: Lanjutkan membaca
17
Nov
Oleh ibnu salim pada Mutiara Sunnah. Ditandai:Mutiara Sunnah, Sunnah, Ta'ziyah. Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh : Abu Ashim Muhtar Arifin Marzuqi, Lc.
Musibah adalah suatu perkara yang tidak asing lagi bagi kita. Bahkan Allah azza wa jalla telah memberitakan bahwa Dia akan memberi musibah kepada hamba-hamba-Nya sebagai bentuk ujian, sebagaimana firman Allah dalam surat al Baqarah ayat 155.
Selain itu, musibah adalah salah satu tanda apabila seseorang dikehendaki oleh Allah azza wa jalla untuk memperoleh kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Dia akan menimpakan musibah kepadanya.” [HR.al Bukhari, no.5645]
Lanjutkan membaca
17
Nov
Oleh ibnu salim pada Keluarga & Pernikahan. Ditandai:keluarga, Menikah. Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh : Ustadz Abu Abdirrohman
Dari ‘Alqomah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,”Saya berjalan bersama ‘Abdullah di Mina, lalu Utsman menemuinya, kemudian berdiri dan berbincang bersamanya, lalu ‘Utsman pun berkata kepadanya,”Wahai Abu ‘Abdirrohman, apabila engkau mau kami menikahkanmu dengan gadis yang masih muda, mungkin bisa mengingatkanmu akan sebagian yang telah berlalu dari zamanmu?” ‘Abdullah menjawab,”Jika engkau mengatakan demikian, sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah berkata kepada kami,”Wahai sekalian pemuda, barangsiapa yang mampu di antara kalian untuk berjima’ maka hendaklah ia menikah, karena hal itu akan lebih bisa menundukkan pandangan dan lebih bisa menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu maka wajib baginya berpuasa, karena hal itu akan menjadi penawar baginya.” [1]
Masa muda dan remaja adalah masa yang penuh dengan gejolak, semangat dan kekuatan, keinginan dan cita-cita, berandai dan berangan, harapan dan asa. Masa ini adalah awal dari usia dewasa yang sangat butuh akan bimbingan dan tuntunan. Masa yang akan menentukan hari depannya. Apabila salah dalam mengarahkannya, akan fatal akibatnya di kemudian hari, karena penyesalan senantiasa ada di akhir. Lanjutkan membaca
12
Nov
Oleh ibnu salim pada Kisah Tidak Nyata. Ditandai:Kisah Tidak Nyata, Sejarah, Sufi. Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh : Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf hafidzahullah
Alkisah
Di dunia sufi ada sebuah kisah yang sangat terkenal. Kisahnya, konon pada tahun 550H, Syaikh Ahmad Ar Rifa’i [2] menunaikan ibadah haji dan beliau berziarah ke Masjid Nabawi lalu berdiri menghadap kuburan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata, “Assalamu’alaykum wahai kakekku.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Wa’alaykumussalam wahai anakku.” Kejadian ini didengar oleh semua orang yang berada di Masjid yang saat itu mencapai sembilan puluh ribu orang.
Seketika itu tubuh Syaikh ar Rifa’i bergetar, wajahnya pucat, dan kedua kakinya pun langsung lemah lunglai. Saat beliau sudah bisa menguasai diri, beliau pun berdiri lali berkata, “Duh, wahai kakekku.” Lalu beliau menyenandungkan sebuah bait syair: Lanjutkan membaca
12
Nov
Oleh ibnu salim pada Kitab. Ditandai:Bantahan, Kitab. Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh : Ustadz Abu Ahmad as Salafi
Taqdim
Telah sampai kepada kami sebuah buku yang berjudul ‘Ahlussunnah Wal Jama’ah Sebuah Kritik Historis’. Didalam muqoddimahnya penulis mengatakan hendak menelusuri akar sejarah lahirnya Ahlussunnah Wal Jama’ah dan mengkritisi kesalahan-kesalahan perpespsi tentang Ahlussunnah Wal Jama’ah. Akan tetapi, setelah kami telaah dari awal hingga akhir ternyata penulis tidaklah meluruskan sejarah Ahlussunnah Wal Jama’ah melainkan hendak mengaburkan sejarah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Demikian juga, penulis banyak menyelisihi pokok-pokok yang agung dari Ahlussunnah Wal Jama’ah dan banyak melontarkan syubhat-syubhat yang membela kebathilan.
Karena itulah, dalam pembahasan kali ini kami berusaha melakukan telaah kritis terhadap buku ini sebagai nasihat buat kaum muslimin dan pembelaan atas manhaj yang haq.
Penulis dan Penerbit Buku Ini
Penulis buku ini adalah Dr.Said Aqil Siradj dan diterbitkan oleh Pustaka Cendekiamuda Jakarta cetakan pertama Februari 2008
Lanjutkan membaca
9
Nov
Oleh ibnu salim pada Berkas. Ditandai:Firqoh, Jahmiyyah. & Komentar
Vonis kafir hanyalah hak Allah azza wa jalla dan Rasul-Nya, tidak berada ditangan setiap orang, apalagi orang awam. Seorang Ulama pun tidak boleh serampangan melontarkan vonis kafir kepada individu tertentu. Syarat-syarat dan ketentuan-ketentuannya sangat ketat, merujuk kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Golongan Jahmiyah Kafir
Jahmiyah adalah para pengikut pemikiran Jahm bin Shafwan, orang yang mengatakan al Qur’an makhluk Allah azza wa jalla, Allah azza wa jalla tidak pernah berbicara kepada Musa ‘alaihissalam, tidak berbicara, tidak bisa dilihat dan tidak berada di atas Arsy. Lanjutkan membaca
9
Nov
Oleh ibnu salim pada Aqidah & Manhaj. Ditandai:Manhaj. Tinggalkan sebuah Komentar
Kebenaran mutlak datang hanya dari Allah azza wa jalla. Oleh karena itu, al haq tidak diambil kecuali dengan petunjuk kitab Allah azza wa jalla dan Sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan sepantasnya orang-orang yang sudah menerima al haq, hendaknya mereka menerima dan mengikutinya.
Allah azza wa jalla telah memuji orang-orang yang beriman karena mereka mengikuti al haq dalam firmannya (yang artinya):
“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.” [QS.a-Ra’d/13:19]
Lanjutkan membaca
7
Nov
Oleh ibnu salim pada Aqidah & Manhaj. Ditandai:Aqidah, Neraka. & Komentar
Definisi Neraka:
Neraka di dalam bahasa arab disebut (النار ) “An Naar” yang artinya: Api. Neraka dinamakan (النار ) “An Naar”: Api, karena penghuni neraka disediakan bagi mereka tempat tinggal yang terbuat dari api, pakaian dari api dan merekapun disiksa dengan api.Allah Ta’ala berfirman:
فأنذرتكم نارا تلظى، لا يصلاها إلا الأشقى
“Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala, tidak ada yang masuk ke dalamnya melainkan orang yang paling celaka. (QS. Al Lail:14-15).
Dimanakah Netak Neraka?
Sebagaimana surga adalah tempat orang-orang yang mulia, maka dia berada ditempat yang mulai dan tinggi, yaitu di langit yang ketujuh. Lanjutkan membaca
Komentar Terakhir