Author Archives: admin

Syubhat Seputar Sahabat : Benarkah Allah Ta’ala Tidak Memuji Seluruh Sahabat?

Mereka berdalil dengan firman Allah:

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّآءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعاً سُجَّداً يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَاناً سِيمَـهُمْ فِى وُجُوهِهِمْ مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِى الإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّـلِحَـتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً

Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan  hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang- orang Mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari mereka, ampunan dan pahala yang besar. ” (QS. Al-Fat-h: 29) Read the rest of this entry

Syubhat Seputar Para Sahabat: “Hadits Tentang al-Haudh (Telaga Surga)

http://kisahislam.net/wp-content/themes/zenko/scripts/timthumb.php?src=http://kisahislam.net/wp-content/uploads/2012/12/masjid100.jpg&w=200&h=240&zc=1Mereka menukilkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Aku akan didatangi oleh beberapa prang yang aku mengenal mereka dan mereka juga mengenalku, tetapi mereka diusir dari telaga. Maka aku berkata: ‘Mereka Sahabatku!’ Kemudian dikatakan (kepadaku): ‘Engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat setelah engkau meninggal dunia.” [1]

Hadits ini mempunyai jalur sanad dan redaksi matan yang beragam, di antaranya:

“Aku berada di telaga hingga aku melihat siapa saja yang akan mendatangiku dari kalian. Lalu, ada orang-orang akan dijauhkan dariku. Aku pun berkata: ‘Wahai Rabbku, mereka dari golonganku dan dari umatku.’ Lantas dikatakan (kepadaku): ‘Apakah engkau tidak menyadari apa yang mereka lakukan setelah engkau meninggal dunia? Demi Allah, tidak lama setelah engkau meninggal dunia, mereka kembali kepada keadaan mereka semula (menjadi orang-orang kafir lagi).”‘ Read the rest of this entry

Fatawa Ulama Ahlus Sunnah Tentang Hukum Nyanyian Sufi & Nasyid Islami

musik1-300x273Sebagaimana kita tidak boleh beribadah melainkan hanya kepada Allah ‘azza wa jalla demi merealisasikan syahadat LA ILAHA ILLALLAH, demikian juga kita tidak boleh beribadah kepada Allah atau mendekatkan diri kepada-Nya, melainkan hanya dengan cara yang diajarkan oleh Rasul-Nya demi merealisasikan syahadat MUHAMMADUR RASULULLAH. Bila dua hal itu direalisasikan oleh seorang Mukmin, berarti ia telah mencintai Allah ‘azza wa jalla dan mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang mencintai Allah ‘azza wa jalla , maka Allah ‘azza wa jalla akan selalu bersamanya dan Allah ‘azza wa jalla juga akan selalu menolongnya. Allah ‘azza wa jalla berfirman :

“Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran/3:31)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Read the rest of this entry

“Bincang-Bincang bersama akh Andy Octavian Latief” (Juara Olimpiade Fisika Dunia 2006, calon doktor dari Maryland Univ, USA)

Read the rest of this entry

Delapan Pelajaran Berharga

Di antara sifat ‘ulama akherat adalah mereka menyadari bahwa dunia itu remeh, bahwa akherat itu mulia, dunia dan akherat adalah istri dengan madunya. Para ‘Ulama akherat mengutamakan akherat, perbuatan mereka t

idak bertentangan dengan perkataan mereka, kecenderungan mereka tertuju kepada ilmu yang bermanfaat di akherat, menjauhi ilmu yang manfaatnya sedikit demi mementingkan ilmu yang manfaatnya agung. Sebagaimana diriwayatkan dari Syaqiq Al-Balkhi bahwa dia pernah berkata kepada Hatim, “Kamu sudah bergaul denganku beberapa waktu lamanya, apa yang telah kamu pelajari?” Dia menjawab: Read the rest of this entry

Lima Tingkatan Manusia Dalam Shalat

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa lima tingkatan manusia di dalam shalat:

1. Tingkatan orang yang zhalim kepada dirinya dan teledor. yaitu, orang yang kurang sempurna dalam wudhunya, waktu shalatnya, batas-batasnya dan rukun-rukunnya.

2. Orang yang bisa menjaga waktu-waktunya, batas-batasnya, rukun-rukunnya yang sifatnya lahiriyah, dan juga wudhunya, tetapi tidak berupaya keras untuk menghilangkan bisikan jahat dari dalam dirinya. Maka dia pun terbang bersama bisikan jahat dan pikirannya.

3. Orang yang bisa menjaga batas-batasnya dan rukun-rukunnya. Ia berupaya keras untuk mengusir bisikan jahat dan pikiran lain dari dalam dirinya, sehingga dia terus-menerus sibuk berjuang melawan musuhnya agar jangan sampai berhasil mencuri shalatnya. Maka, dia sedang berada di dalam shalat, sekaligus jihad. Read the rest of this entry

Kajian Umum: “Perniagaan Yang Tidak Pernah Rugi – Ustadz Kholid Syamhudi” [Malang, Ahad 30 September 2012]

http://sphotos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/394233_272692666181243_366013620_n.jpg

Sumbr: Lembaga Bina Masyarakat Malang

Kenyamanan Bersama Allah Subhanahu wa Ta’ala

Siapa saja yang tidak mendapatkan “Kenyamanan Bersama Allah ” ditengah pergaulan antar sesama manusia, dan baru mendapatinya dalam kesendirian, maka ia adalah orang yang tulus namun berhati lemah

Siapa saja yang  mendapatkan “Kenyamanan Bersama Allah ” ditengah pergaulan antar sesama manusia, tetapi tidak mendapatinya dalam kesendirian, maka ia adalah orang yang hatinya sedang sakit Read the rest of this entry

Kejayaan Islam Bukan Dengan Penampilan

http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/c0.0.400.400/p403x403/418247_428945643815285_2100207906_n.jpgOleh: al Ustadz Abu Humaid Rosyid an Nashr

Ketika Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu sampai pada sebuah telaga di jalan yang menuju ke daerah Ilya’, sedangkan ada pada beliau sebuah gamis dari ba­han kain kasar yang telah digambar dan tepi ujung gamis itu terbakar. Maka Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Pang­gilkan untukku, mana pemimpin kalian?” Mereka pun memanggil pemimpin mereka yang bernama Jalmus. Umar berkata, “Cucilah baju saya ini dan ja­hitlah, kemudian ukurlah ukuran baju atau gamis.”

Maka didatangkan kepada beliau sebuah kain “Kat­tan”. Umar bertanya, “Apa ini?” Mereka menjawab, “Kattan.” Umar bertanya lagi, “Apa itu kain Kattan?” Lalu mereka pun menjelaskan tentang kain tersebut. Maka beliau melepaskan pakaiannya, lalu mencuci­nya dan mengukurnya, lalu diberikan kepada be­liau. Maka Umar melepas lagi pakaian mereka lalu memakai pakaiannya. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: